Di bawah hiruk-pikuk kendaraan di Central Parkway, Cincinnati, tersembunyi sebuah sistem kereta bawah tanah yang terbengkalai.

Kota ini telah menggali terowongan, membangun stasiun, dan merencanakan jalur kereta, namun tidak pernah ada rel yang dipasang, gerbong yang dipesan, atau penumpang yang menaikinya.

>>> New Jersey Siap Larang Robotaxi Tanpa Sensor Radar dan Lidar

Kini, terowongan tua itu kembali menjadi perbincangan karena alasan modern.

Cincinnati telah meminta studi kelayakan untuk adaptasi penggunaan kembali infrastruktur bawah tanah tersebut, mengubah kegagalan transportasi tahun 1920-an menjadi pertanyaan baru tentang iklim, bisnis, teknologi, dan tata kota.

Terowongan yang Tak Pernah Digunakan

Terowongan yang tersisa membentang sekitar dua mil di bawah Central Parkway, antara Walnut Street dan titik di utara Western Hills Viaduct.

Menurut Cincinnati-Transit. net, ini adalah terowongan kereta bawah tanah terbengkalai terbesar di Amerika Serikat.

Stasiun bawah tanah masih berada di bawah jalan yang dilalui pengemudi setiap hari, tanpa mereka sadari apa yang ada di bawahnya.

Sektor transportasi menyumbang 29% dari total emisi gas rumah kaca AS pada tahun 2022, menurut Badan Perlindungan Lingkungan (EPA).

Dari Kanal Menjadi Impian Transportasi

Gagasan ini lahir dari masalah praktis.

Cincinnati memiliki koridor kanal tua, kebutuhan mobilitas yang lebih baik, dan para pemimpin yang melihat angkutan cepat sebagai cara menghubungkan pusat kota dengan lingkungan sekitar dan pinggiran kota.

Rencana awal mencakup jalur lingkar sepanjang sekitar 16 mil, dengan bagian bawah tanah, permukaan, dan jalur khusus.

Pada tahun 1916, warga Cincinnati menyetujui penerbitan obligasi senilai $6 juta dengan rasio 6 banding 1.

Namun, Perang Dunia I memperlambat proyek sebelum benar-benar dimulai.