Indonesia memanfaatkan ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, untuk mempromosikan 180 kawasan industri kepada investor dari kawasan Eurasia.

Sebagai Official Partner Country, Indonesia menghadirkan lima pengelola kawasan industri yang menawarkan lokasi investasi siap bangun.

>>> Ekspor Agribisnis RI ke Lebanon Surplus US$44,8 Juta

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan partisipasi ini merupakan strategi pemerintah memperluas kerja sama industri dan mendukung agenda Asta Cita.

"Kami ingin investor Eurasia melihat bahwa Indonesia bukan hanya pasar yang besar, tetapi juga mitra produksi yang siap tumbuh bersama," ujarnya di Jakarta, Kamis (9/7).

Agus menjelaskan pengembangan kawasan industri menjadi strategi utama untuk mempercepat pemerataan pembangunan industri dan meningkatkan daya saing sektor manufaktur.

Kawasan industri berfungsi sebagai motor penggerak pusat ekonomi baru, mendukung hilirisasi, dan menciptakan lapangan kerja.

Hingga triwulan II 2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang dihuni hampir 12.000 tenant.

>>> Gaya Stylish Alyssa Daguise Momong Baby Soleil, Tenteng Tas Hermes Rp522 Juta

Sepanjang 2025, kawasan tersebut menarik investasi Rp6.744,58 triliun, tumbuh 9,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.

Agus menilai kawasan industri kini tidak hanya menawarkan lahan, tetapi juga infrastruktur dasar, layanan terpadu, dan proses perizinan yang efisien.

INNOPROM 2026 dimanfaatkan untuk mempertemukan calon investor dengan pengelola kawasan industri secara langsung.

Direktur Jenderal KPAII Kementerian Perindustrian Tri Supondy mengatakan kehadiran lima pengelola kawasan industri bertujuan mempercepat komunikasi bisnis dengan investor potensial dari Eurasia.

>>> OJK Beberkan Skema Universal Banking di PFII, Bisa Layani Asuransi hingga Kripto

"Kami ingin mempermudah investor memperoleh informasi yang mereka butuhkan," ujarnya.