Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui sambungan telepon pada Kamis (9/7) malam.

Pembahasan utama dalam percakapan tersebut mencakup langkah-langkah terbaru Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk situasi terkait Turki.

>>> Link Pengumuman Hasil Seleksi Jalur Mandiri UNS 2026 dan Tahap Selanjutnya

Menurut pernyataan resmi kantor Netanyahu, Trump memberikan informasi terbaru kepada Netanyahu mengenai kebijakan Amerika di kawasan Teluk.

Netanyahu, dalam kesempatan itu, menyoroti pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan para sekutunya yang dianggap mengancam keberadaan Negara Israel.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga zona keamanan di sepanjang perbatasan Israel.

Hubungan antara Turki dan Israel memang tengah memburuk, terutama setelah Israel melancarkan operasi militer di Jalur Gaza.

>>> Michael Rubin Tak Diundang ke Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce

Turki sebelumnya beberapa kali menuduh Israel merusak nota kesepahaman damai antara Amerika Serikat dan Iran yang ditandatangani pada Juni lalu.

Selain itu, Israel juga menyatakan keprihatinan atas kemungkinan penjualan jet tempur siluman F-35 buatan AS ke Turki.

Isu tersebut sempat mencuat saat Trump menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Ankara, Turki, beberapa waktu lalu.

Dalam wawancara eksklusif dengan CNN, Netanyahu sebelumnya menyebut Erdogan bukan sekutu yang baik bagi Amerika Serikat.

>>> Biohacker Bryan Johnson Ungkap Penyakit Autoimun yang Tak Bisa Disembuhkan

Ia juga mengingatkan bahwa Erdogan pernah mengancam akan menghancurkan Israel, satu-satunya negara Yahudi di dunia.