Bryan Johnson, seorang biohacker yang dikenal karena usahanya memperlambat penuaan, baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia didiagnosis menderita penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan.

Dalam wawancara dengan TMZ, Johnson membahas diagnosis gastritis autoimun yang ia terima. Meskipun penyakit ini tidak dapat disembuhkan, ia tetap optimis.

>>> Wamenlu Anis Matta: Perebutan Pengaruh Global Tak Lepas dari Geografi dan Energi

Johnson mengaku bahwa reaksinya terhadap diagnosis tersebut adalah 'menakjubkan'.

Ia bahkan menantang para pengkritiknya yang selama ini menentang gaya hidupnya untuk mengatakan 'sudah kubilang' di pemakamannya nanti.

Menurut Johnson, penyakit ini telah berkembang tanpa disadari selama satu hingga dua dekade terakhir.

>>> Gubernur Jateng: Ikan Busuk dari Kepala, Usai Bupati Sukoharjo Kena OTT

Akibatnya, ia tidak lagi dapat menyerap zat besi, vitamin B-12, dan mikronutrien lainnya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kekurangan gizi dan bahkan kanker.

Meskipun terdengar suram, Johnson justru melihat diagnosis ini sebagai dorongan untuk terus berjuang melawan kematian. Ia dan timnya kini semakin termotivasi untuk menemukan obatnya.

>>> Hasil FP1 Moto3 Jerman: Veda Ega Finis ke-23, Danish Ketujuh

Johnson juga membahas kemungkinan hidup hingga usia 160 tahun dan rencananya untuk tubuhnya setelah meninggal dalam wawancara lengkap yang dapat disaksikan di YouTube.