Gubernur Jateng: Ikan Busuk dari Kepala, Usai Bupati Sukoharjo Kena OTT
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendukung proses hukum terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang baru saja ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Jumat (10/7).
Luthfi menyampaikan keprihatinan atas kasus tersebut. Ia menegaskan semua orang setara di mata hukum dan proses hukum harus tetap ditegakkan.
>>> Hasil FP1 Moto3 Jerman: Veda Ega Finis ke-23, Danish Ketujuh
"Equality before the law, semua sama di muka hukum.
Tidak peduli itu yang melakukan objeknya siapa yang melakukan," ujar Luthfi usai menghadiri acara Konferensi Nasional Kusta di Jakarta, seperti dikutip dari detikJateng.
Luthfi mengaku sudah sering mengingatkan para kepala daerah di Jawa Tengah untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih. Terlebih bagi para kepala daerah.
Sebab, kata dia, ikan busuk bersumber dari kepalanya. Kepala daerah mestinya bisa memberikan contoh kepada anak buah dan masyarakat.
"Saya sudah berulang-ulang kali menyampaikan untuk menciptakan clear dan good government itu berangkatnya adalah dari pimpinannya. Jadi ikan itu busuknya dari kepala.
Artinya kita harus memberikan suatu contoh suri tauladan untuk clear dan good government dalam setiap kegiatan," ujar Luthfi.
>>> Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
Meski begitu, ia memastikan layanan publik dan birokrasi di Sukoharjo tak akan terganggu. Pihaknya masih menunggu status hukum Etik untuk menunjuk pelaksana tugas Bupati.
"Siapapun pimpinannya yang terkena masalah ya kita akan backup untuk perjalanan pemerintahan Sukoharjo harus tetap berjalan. Nanti akan kita tunjuk Plt kalau sudah ada kekuatan hukum tetap," katanya.
Etik ditangkap bersama empat orang lain di wilayahnya. KPK belum mengungkap duduk perkara kasus tersebut.
Mereka telah menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta dan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan KUHAP, KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum bupati Sukoharjo dan para pihak yang tertangkap tangan.
>>> Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Ini merupakan kali keempat KPK melakukan OTT kepala daerah dalam waktu berdekatan, setelah Bupati Muara Enim, Bupati Langkat, dan Bupati Kuansing.
Update Terbaru
Penyebab 5G Indonesia Tertinggal dari Kamboja Menurut Opensignal
Jumat / 10-07-2026, 17:04 WIB
Wujud Samsung Galaxy Z Fold8 Muncul di Teaser Spider-Man
Jumat / 10-07-2026, 17:04 WIB
Kreator Naruto Sebut Film Live-Action sebagai Keajaiban, Pencarian Pemain Global Dimulai
Jumat / 10-07-2026, 16:59 WIB
Ann Widdecombe Meninggal di Usia 78, Jeremy Vine Beri Penghormatan
Jumat / 10-07-2026, 16:59 WIB
Pemilik Carolina Hurricanes Tuai Kontroversi Ukir Nama Keluarga di Piala Stanley
Jumat / 10-07-2026, 16:59 WIB
Ulsan Whales Luncurkan Jersey Kustom untuk Futures All-Star Game
Jumat / 10-07-2026, 16:57 WIB
Ali Larter Rayakan 4 Juli di Pegunungan Idaho Bersama Keluarga
Jumat / 10-07-2026, 16:57 WIB
Microsoft Pertahankan Tim Engine id Software Usai PHK Xbox
Jumat / 10-07-2026, 16:56 WIB
Sewa Baterai Motor Listrik Vinfast Evo Rp84 Ribu per Bulan
Jumat / 10-07-2026, 16:56 WIB
Hasil FP1 Moto2 Jerman: Mario Aji Comeback, Finis ke-17
Jumat / 10-07-2026, 16:56 WIB
Awal Pertemuan Ali Khamenei dan Khomeini hingga Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Jumat / 10-07-2026, 16:56 WIB
Prabowo Cerita Larang Penjualan BUMN Strategis ke Asing
Jumat / 10-07-2026, 16:56 WIB
Pangeran Harry Main Pickleball Tandai Hitung Mundur Invictus Games 2027
Jumat / 10-07-2026, 16:54 WIB
Prabowo Ingatkan Bahaya Media Sosial, Minta Rakyat Percaya Pemimpin
Jumat / 10-07-2026, 16:54 WIB







