Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (JARTATEL) resmi dideklarasikan pada Jumat, 10 Agustus 2026.

Organisasi ini hadir sebagai wadah independen baru bagi para pengusaha telekomunikasi di seluruh Indonesia.

>>> TOP 50 Program dengan Rating TV Terbaik Hari ini 11 Juli 2026 ada Terikat Janji Turun Posisi 3

Tujuan utama JARTATEL adalah mengawal regulasi dan mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional.

Merespons Tantangan Industri

Ketua Umum JARTATEL, Raymond Hubertus, menyatakan bahwa organisasi ini dibentuk untuk menjawab keterbatasan kolaborasi antarpenyelenggara jaringan saat ini.

"Kita berkumpul dengan satu semangat yang sama, satu visi yang sama yaitu bagaimana menjaga bisnis telekomunikasi ini menjadi lebih harmonis dari hulu sampai hilir sehingga kita bisa membangun ekosistem yang sehat," ujar Raymond dalam sambutannya.

Pembentukan JARTATEL juga merupakan langkah strategis merespons tantangan industri, seperti lonjakan biaya relokasi jaringan dan pemanfaatan ruang bersama yang dinilai belum berkeadilan.

>>> Komunitas di Carolina Utara Perketat Pembatasan Air Akibat Kekeringan Ekstrem

Dinamika lapangan menunjukkan tingginya biaya relokasi jaringan yang membebani ruang fiskal operator dan berdampak pada penurunan efisiensi investasi korporasi secara agregat.

Oleh karena itu, JARTATEL berkomitmen mengawal kebijakan pemerintah dan menyelaraskan regulasi teknis di sektor hilir telekomunikasi, khususnya pada penyelenggaraan jaringan tetap.

Mitra Strategis Pemerintah

Selain menjadi suara para pengusaha telekomunikasi, JARTATEL berkomitmen menjadi mitra strategis Pemerintah Republik Indonesia.

>>> Rockstar Games Umumkan Heist Baru GTA Online: The Kortz Center

"JARTATEL berkomitmen menjadi mitra strategis Pemerintah Republik Indonesia dalam percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional melalui kolaborasi, standardisasi, efisiensi investasi, dan pemerataan konektivitas hingga seluruh wilayah Indonesia," kata Raymond.