Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, menyatakan bahwa penambahan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan berpotensi memperluas kerja sama pendanaan antara bank dan penyelenggara pinjaman daring (Pindar).

Hal ini disampaikan Agusman dalam jawaban tertulis pada Jumat (10/7/2026).

>>> Prabowo Persilakan Masyarakat Laporkan Dugaan Penyimpangan MBG Lewat TikTok

"Penambahan penempatan dana SAL di perbankan pada prinsipnya dapat memperkuat likuiditas perbankan dan membuka peluang perluasan kerja sama pendanaan dengan Penyelenggara Pindar, sepanjang tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang memadai, dan pelindungan konsumen," ujar Agusman.

Ia menekankan bahwa ekspansi pendanaan tidak boleh mengesampingkan aspek manajemen risiko maupun perlindungan konsumen.

Hal ini penting untuk mendukung pengembangan industri Pindar yang berkelanjutan.

>>> NASA Kirim Curiosity ke Mars pada 2011 untuk Misi Dua Tahun, Kini 15 Tahun Kemudian Masih Bertahan

Perbankan Masih Jadi Sumber Utama Pendanaan Pindar

Berdasarkan data OJK, perbankan masih menjadi salah satu sumber utama pendanaan bagi industri Pindar.

Per Mei 2026, nilai pendanaan dari sektor perbankan mencapai Rp67,61 triliun atau setara 65,17% dari total outstanding pendanaan industri.

"Pada Mei 2026, pendanaan dari perbankan melalui Pindar tercatat sebesar Rp67,61 triliun atau 65,17% dari total outstanding pendanaan, sehingga masih menjadi salah satu sumber utama dalam pendanaan industri Pindar," kata Agusman.

>>> XLSmart Kuasai 700 MHz, Telkomsel Unggul di 2,6 GHz

Dominasi perbankan ini menandakan bahwa bank masih memiliki peran signifikan dalam menopang likuiditas industri Pindar.