Indonesia dan Kazakhstan resmi memperkuat hubungan ekonomi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama industri. Kesepakatan ini dilakukan di sela pameran INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia.

MoU ditandatangani oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menteri Industri dan Konstruksi Kazakhstan Ersaiyn Nağaspaev. Penandatanganan berlangsung setelah pertemuan bilateral kedua negara.

>>> Eric Trump Kehilangan Lebih dari $600 Juta dari Investasi Kripto Ayahnya

Agus menyebut Kazakhstan sebagai mitra strategis Indonesia di Asia Tengah dan pintu masuk menuju pasar Eurasia yang lebih luas.

Ia berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti secara konkret dan saling menguntungkan.

Perdagangan Meningkat Signifikan

Hubungan dagang kedua negara menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai perdagangan nonmigas mencapai 172,2 juta dolar AS.

Pada Januari-April 2026, nilainya mencapai 138 juta dolar AS atau meningkat 62,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Ancaman Penutupan Toko Digital PS3 dan Vita Picu Kekhawatiran Kolektor

Ekspor Indonesia ke Kazakhstan pada 2025 mencapai 114,4 juta dolar AS, tumbuh 26,69 persen.

Produk ekspor utama Indonesia meliputi peralatan elektronik, mesin, tembakau, minyak sawit, dan alas kaki. Sementara itu, Indonesia mengimpor besi dan baja, seng, bahan kimia, serta kapas dari Kazakhstan.

Menurut Agus, karakteristik perdagangan yang saling melengkapi menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama di bidang industri, investasi, dan rantai pasok.

Kedua negara juga membahas tindak lanjut Sidang Komisi Bersama (SKB) Indonesia-Kazakhstan yang digelar di Astana pada 11 Mei 2026.

>>> Xbox Bantah Hanya Satu Orang di Texas yang Kerjakan Engine id Software

Forum ini menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang masih dalam proses ratifikasi.