Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk pada Jumat (10/7/2026) pagi. Berdasarkan data IQAir, ibu kota menempati peringkat ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Pada pukul 06.45 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta mencapai 153 atau masuk kategori tidak sehat.

>>> AS Kembalikan Dua Arca Perunggu Abad ke-8 yang Dicuri dari Indonesia

Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat 57,5 mikrogram per meter kubik.

Kondisi ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Polusi udara juga berpotensi merusak tumbuhan dan menurunkan kualitas lingkungan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar, disarankan menggunakan masker dan menutup jendela rumah atau kendaraan.

KAI Commuter Uji Coba Teknologi Pemurni Udara

Di tengah memburuknya kualitas udara, KAI Commuter mulai menguji coba sistem pemurni udara berteknologi nanoe X di kabin Commuter Line.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan layanan dan mendukung prinsip ESG.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, perangkat tersebut saat ini dipasang pada satu rangkaian KRL JR205 (SF12) yang melayani lintas Bogor.

"Selain efektif membunuh bakteri dan virus di dalam kabin, alat ini juga mampu menghilangkan bau tidak sedap pada interior kereta.

>>> Empat Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Jual Mobil Operasional

Teknologi ini sangat baik untuk mendukung kesehatan pengguna Commuter Line," ujar Karina dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Teknologi nanoe X bekerja dengan menghambat pertumbuhan jamur, serbuk sari, bakteri, virus, dan partikel udara tak kasatmata.

Daya tahannya mencapai 600 detik, enam kali lebih lama dibanding ion udara biasa, sehingga distribusi udara bersih lebih merata.

Karina menambahkan, teknologi ini telah banyak diterapkan pada moda transportasi komuter modern di Jepang. KAI Commuter kini melakukan uji coba untuk mengevaluasi efektivitas dan kinerjanya dalam operasional sehari-hari.

"Saat ini kami tengah melakukan uji coba pemasangan pada satu rangkaian untuk memantau efektivitas dan kinerjanya secara langsung.

KAI Commuter berencana memperluas fasilitas ini ke seluruh rangkaian Commuter Line lainnya," kata Karina.

Melalui inovasi ini, KAI Commuter berharap dapat menciptakan lingkungan perjalanan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

>>> Logo Bandara Donald Trump Diduga Hasil AI, Netizen Geram

"Kami berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang bebas dari rasa khawatir bagi seluruh pelanggan setia Commuter Line," tutup Karina.