Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan produksi crude palm oil (CPO) nasional sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton.

Angka ini meningkat 7,3 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 48,16 juta ton.

>>> Keluarga Korban Pembunuhan Mahasiswi di NTB Buka Sayembara Rp20 Juta

Peningkatan produksi ini diikuti oleh kenaikan ekspor CPO dari 29,53 juta ton pada 2024 menjadi 32,34 juta ton pada 2025.

Menurut Amran, hal ini sejalan dengan semakin besarnya pemanfaatan sawit sebagai bahan baku biodiesel.

Optimisme Program B50

Amran optimistis implementasi B50 menjadi momentum strategis untuk memperkuat hilirisasi industri sawit nasional.

Ia menilai pemanfaatan minyak sawit untuk biodiesel akan memperluas pasar domestik dan meningkatkan nilai tambah komoditas.

"Program B50 akan semakin memperkuat hilirisasi sawit nasional. Produksi sawit kita terus meningkat, ekspor juga tumbuh, sementara pemanfaatan di dalam negeri melalui biodiesel semakin besar.

>>> John Herdman Fokus Bangun Kebugaran Pemain Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Artinya, nilai tambah komoditas sawit semakin tinggi dan manfaat ekonominya semakin dirasakan oleh petani," jelas Amran dalam keterangan pers, Jumat (10/7/2026).

Menurut Amran, implementasi B50 akan memperluas pasar domestik minyak sawit, meningkatkan permintaan tandan buah segar (TBS), memperkuat harga di tingkat petani, serta menjadi penggerak ekonomi di sentra perkebunan.

Kementerian Pertanian berkomitmen meningkatkan produktivitas sawit melalui perbaikan budidaya, penggunaan benih unggul, peremajaan sawit rakyat, dan penguatan hilirisasi.

"Kami ingin Indonesia tidak hanya menjadi produsen terbesar dunia, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah sebesar-besarnya bagi kesejahteraan petani dan perekonomian nasional," ujar Amran.

Kementerian Pertanian juga terus menjaga konsistensi produktivitas kelapa sawit rakyat lewat penyediaan bibit tersertifikasi.

>>> Indonesia dan Kazakhstan Sepakati Kerja Sama Industri, Bidik Investasi hingga Alih Teknologi

Tata kelola agribisnis yang profesional diharapkan mampu mengalirkan manfaat finansial yang lebih besar bagi petani.