Presiden Prabowo Subianto meluncurkan BBM baru Biodiesel B50 yang akan menggantikan B40. B50 mulai diedarkan secara bertahap di seluruh SPBU Pertamina.

B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel (FAME) berbasis kelapa sawit dan 50 persen solar fosil. Kandungan biodiesel ini 10 persen lebih tinggi dari B40.

>>> 5 Fakta Menarik Jelang Spanyol vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menyebut uji coba B50 dimulai dari laboratorium awal 2025. Pengujian berlanjut pada mesin diesel sejak Desember 2025 di berbagai sektor.

Hasil pengujian menunjukkan kualitas B100 untuk campuran 50% telah memenuhi spesifikasi. Parameter kadar air, monogliserida, dan kestabilan oksidasi mengalami perbaikan dibanding B40.

Dampak pada Mobil Diesel

Pakar otomotif ITB Yannes Martinus Pasaribu mengatakan mayoritas kendaraan diesel di Indonesia sudah beradaptasi dengan biodiesel. Transisi ke B50 tidak akan memunculkan efek pembersihan endapan yang signifikan.

Perawatan kendaraan berbahan bakar B50 tidak jauh berbeda dengan B40. Filter bahan bakar tetap menjadi komponen utama yang harus dipantau.

>>> Apa Itu Intensive Parenting? Kenali Manfaat dan Risikonya

Yannes menyarankan pemilik kendaraan mengikuti jadwal penggantian filter sesuai rekomendasi pabrikan. Untuk mobil diesel tua, penggantian filter bisa dilakukan lebih sering sebagai antisipasi.

Komponen karet seperti seal, O-ring, dan selang bahan bakar juga perlu diperhatikan. Biodiesel B50 yang lebih agresif berpotensi mempercepat degradasi komponen karet dalam jangka panjang.

Sistem injeksi dan pompa bertekanan tinggi pada mesin common rail juga perlu dipantau. Kebersihan tangki bahan bakar dan menghindari penyimpanan B50 terlalu lama disarankan.

>>> Kylian Mbappe Geser Lionel Messi dari Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Servis rutin di bengkel resmi atau bengkel yang memahami biodiesel tetap dianjurkan. Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel dapat menggunakan B50 dengan aman.