Wamenlu Anis Matta: Perebutan Pengaruh Global Tak Lepas dari Geografi dan Energi
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta mengungkapkan bahwa perebutan pengaruh global selama puluhan tahun tidak bisa dilepaskan dari faktor geografi dan penguasaan sumber daya energi.
Pernyataan itu disampaikan Anis Matta saat menjadi pembicara dalam acara yang digelar Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (10/7).
>>> Gubernur Jateng: Ikan Busuk dari Kepala, Usai Bupati Sukoharjo Kena OTT
Diskusi yang dipandu Ketua Umum Sajid Bachtiar Nasir itu membahas geopolitik di Timur Tengah.
Anis Matta memberikan gambaran latar belakang yang lebih luas tentang cara memahami konflik yang terjadi saat ini.
"Kita bicara tentang situasi geopolitik, sebenarnya fokusnya ke Timur Tengah.
Tapi dalam kesempatan ini, karena yang hadir banyak jurnalis dan mantan jurnalis, saya beri gambaran background yang lebih luas, tentang bagaimana cara kita memahami konflik yang saat ini sedang terjadi," ujar Anis Matta.
Ia menambahkan bahwa pemahaman konflik perlu dilihat dari sisi latar belakang sejarah, pendekatan geografi, dan cara pemikir strategis di negara-negara besar menentukan arah strategi mereka.
>>> Hasil FP1 Moto3 Jerman: Veda Ega Finis ke-23, Danish Ketujuh
Pembagian Kawasan dan Posisi Strategis Timur Tengah
Secara geopolitik, Anis Matta menjelaskan bahwa dunia terbagi menjadi dua kawasan besar, yakni Benua Amerika dan gabungan Asia, Afrika, serta Eropa.
Pembagian geografis ini memiliki pengaruh besar terhadap dinamika global.
Sekitar 1,1 miliar penduduk tinggal di Benua Amerika, sementara sekitar 7,1 miliar lainnya berada di tiga benua tua.
Meski demikian, kedua kawasan sama-sama menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia dengan kontribusi terbesar terhadap PDB global.
Anis Matta kemudian menyoroti posisi penting kawasan Timur Tengah. "Timur Tengah menjadi kawasan yang sangat strategis karena menyimpan hampir separuh cadangan minyak dunia.
>>> Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
Ini menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat kepentingan geopolitik global," ucapnya.
Update Terbaru
Nintendo Cari Engineer Display Senior untuk Dukung VRR di TV Mode Switch 2
Jumat / 10-07-2026, 18:50 WIB
Cara Menemukan Harta Karun Salt Lagoon di Black Flag Resynced
Jumat / 10-07-2026, 18:50 WIB
Belanja Back to School 2026 Makin Cerdas, Lazada Dorong Orang Tua Terapkan Intentional Shopping
Jumat / 10-07-2026, 18:49 WIB
Deloitte: UAP Bukan Lelucon, Ancaman Nyata bagi Ekonomi Global
Jumat / 10-07-2026, 18:49 WIB
Akhirnya Saya Temukan Cara Nonton Video di Android Auto, Ubah Waktu Menunggu Jadi Menyenangkan
Jumat / 10-07-2026, 18:49 WIB
Four Seasons Resorts of Asia Hadirkan Paket Babymoon untuk Calon Orang Tua
Jumat / 10-07-2026, 18:49 WIB
IRGC Iran Klaim Hancurkan 2 Fasilitas AS di Pangkalan Militer Yordania
Jumat / 10-07-2026, 18:49 WIB
Hadiah Dinaikkan Jadi $4.000 untuk Kasus Pembunuhan di Denver
Jumat / 10-07-2026, 18:44 WIB
Exco PSSI: Target Piala Dunia 2030 Butuh Dukungan APBN
Jumat / 10-07-2026, 18:44 WIB
MA Resmi Tambah Lima Pengadilan Militer Baru, Kendari hingga Manokwari
Jumat / 10-07-2026, 18:44 WIB
Akademi Persib Cimahi Targetkan Back-to-Back Juara di Gothia Cup 2026
Jumat / 10-07-2026, 18:43 WIB
KARD Bubar Setelah 10 Tahun, Album Terakhir Rilis Juli
Jumat / 10-07-2026, 18:43 WIB
Gubernur Jateng Gencarkan Program Speling untuk Deteksi Dini Kusta
Jumat / 10-07-2026, 18:42 WIB
Prabowo: Pindad Dapat Kontrak Senapan dari Arab Saudi
Jumat / 10-07-2026, 18:42 WIB







