Grup K-pop NewJeans kembali menghadapi masalah hukum. Kali ini, lagu hit mereka berjudul "ETA" menjadi sengketa hak cipta di Amerika Serikat.

Perusahaan manajemen hak cipta asal AS, All Surface Publishing, mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Pusat California pada Selasa (9/7) waktu setempat.

>>> Winwin Resmi Tinggalkan SM Entertainment dan NCT Setelah 10 Tahun

Gugatan tersebut tidak hanya menargetkan NewJeans, tetapi juga agensi mereka ADOR, perusahaan induk HYBE, produser 250, serta penulis lirik Beenzino dan Vana.

Apple, perusahaan elektronik AS yang menggunakan grup ini dalam iklannya, juga ikut digugat.

All Surface Publishing mengklaim bahwa "ETA" menggunakan instrumen dari lagu dansa tahun 2005 berjudul "Samir's Theme" karya produser DJ Debonair Samir.

Perusahaan tersebut memegang hak atas lagu itu.

Gugatan menyebutkan adanya penggunaan melodi horn yang disinkopasi, struktur ritme not ke-16, dan pola drum bass tanpa izin.

Penggugat meminta keuntungan dari lagu tersebut dan ganti rugi statutori hingga USD 150.000.

"ETA" merupakan salah satu lagu dari EP kedua NewJeans, "Get Up", yang dirilis pada 2023.

Lagu ini sukses di tangga lagu domestik dan internasional, serta membawa grup tersebut ke puncak Billboard 200 hanya setahun setelah debut.

Menanggapi gugatan, ADOR menyatakan bahwa lagu tersebut "diperoleh melalui Vana, yang dipilih oleh mantan CEO Min Hee-jin."

>>> Lee Jun-young Ungkap Perjuangan Finansial Sebelum Sukses Akting

ADOR juga mengatakan sedang meninjau catatan perusahaan untuk memeriksa apakah Min telah meninjau kesamaan lagu saat itu.

Ini bukan pertama kalinya NewJeans menghadapi tuduhan plagiarisme. Pada 2024, lagu "Bubble Gum" dituduh menjiplak "Easier Said Than Done" milik band asal Inggris, Shakatak.