Warga Tibet di Jepang Protes UU Persatuan Etnis China
Warga Tibet yang tinggal di Jepang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar China di Tokyo, Jumat (10/7).
Mereka memprotes Undang-Undang Persatuan Etnis dan Peningkatan Kemajuan yang mulai berlaku di China pada 1 Juli lalu.
>>> FIFA Kecam Protes Mesir: Integritas Wasit Piala Dunia Tak Boleh Diragukan
Para peserta aksi menyatakan kekhawatiran bahwa undang-undang tersebut akan mempercepat kebijakan asimilasi terhadap kelompok etnis minoritas, termasuk masyarakat Tibet.
Aturan itu dinilai mendorong perluasan penggunaan bahasa Mandarin dan penguatan konsep identitas nasional yang seragam.
Demonstrasi juga diisi dengan doa bersama untuk mengenang Lobga Rangzen, seorang aktivis Tibet berusia 42 tahun.
Ia meninggal dunia setelah melakukan aksi bakar diri di Amerika Serikat sebagai bentuk protes terhadap aturan tersebut.
Menurut laporan yang beredar di media sosial dan komunitas diaspora Tibet, Lobga mengenakan pakaian tradisional Tibet, membawa bendera Tibet, serta membacakan doa sebelum melakukan aksi di dekat markas PBB di New York pada 2 Juli.
Ia kemudian meninggal di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.
Undang-undang baru China tersebut menetapkan sanksi terhadap tindakan yang dianggap merusak "persatuan bangsa China".
Aturan itu juga mewajibkan promosi bahasa Mandarin secara menyeluruh dalam sistem pendidikan dan kehidupan publik.
Menentang Kekerasan
Para pengkritik khawatir aturan itu akan semakin memperkuat kebijakan asimilasi di wilayah-wilayah dengan populasi etnis minoritas, termasuk Tibet, Xinjiang, dan Mongolia Dalam.
Mantan perwakilan komunitas Tibet di Jepang, Kalden Obara, mengatakan masyarakat Tibet memandang aturan tersebut sebagai ancaman terhadap keberlangsungan bahasa, budaya, agama, dan identitas mereka.
"Kami menerima kabar kematian Lobga dengan kesedihan mendalam.
Update Terbaru
Cara Dapatkan Hammer Baru di Add-on Block Hammers 1.1 Minecraft
Jumat / 10-07-2026, 06:11 WIB
Free Fire Rayakan Ulang Tahun ke-9 dengan Hadiah Eksklusif dan Pembaruan Gameplay
Jumat / 10-07-2026, 06:10 WIB
Google Messages Permudah Berbagi Konten ke Grup dengan Fitur Baru
Jumat / 10-07-2026, 06:10 WIB
DJ Sky High Baby Bawa Energi 'Baddies' ke TMZ Brunch Bus, Beri Saran untuk Ray J
Jumat / 10-07-2026, 06:07 WIB
Larry Birkhead Kecam Biopik Anna Nicole Smith
Jumat / 10-07-2026, 06:07 WIB
Polisi Datangi Rumah Courtney Stodden Usai Pertengkaran dengan Suami
Jumat / 10-07-2026, 06:07 WIB
Ban Tanpa Udara Bridgestone Akhirnya Dipakai, tapi Kecepatan Maksimal 12 MPH
Jumat / 10-07-2026, 06:07 WIB
Hasil Piala Dunia: Mbappe Cetak Gol, Prancis Hajar Maroko 2-0
Jumat / 10-07-2026, 06:04 WIB
Remaja 16 Tahun Ditangkap Usai Serang Dua Siswi di Jerman
Jumat / 10-07-2026, 06:04 WIB
Top Skor Piala Dunia 2026: Cetak Gol ke-8, Mbappe Gusur Messi Lagi
Jumat / 10-07-2026, 06:03 WIB
Kubu Atalia Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Arkana dari Ridwan Kamil
Jumat / 10-07-2026, 06:02 WIB
Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia
Jumat / 10-07-2026, 06:02 WIB
Prancis Tim Pertama Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Jumat / 10-07-2026, 06:02 WIB
Dejavu Piala Dunia 2022: Mimpi Maroko Kembali Sirna di Tangan Prancis
Jumat / 10-07-2026, 06:02 WIB







