Memberikan Antioksidan, Terutama jika Makan Kulitnya

Kulit apel merupakan tempat terkonsentrasinya banyak senyawa tanaman bermanfaat, termasuk quercetin, flavonoid dengan sifat antioksidan.

Antioksidan membantu melindungi sel dari stres oksidatif yang terkait dengan penuaan dan penyakit kronis.

Varietas apel yang berbeda mengandung kadar polifenol yang berbeda, dan kulit yang berwarna lebih dalam mungkin mengandung lebih banyak antioksidan.

Namun, tidak perlu terlalu memilih apel 'terbaik'; apel merah, hijau, dan kuning semuanya cocok untuk diet sehat.

Saran paling praktis: makan apel dengan kulitnya jika memungkinkan, tetapi cuci bersih terlebih dahulu.

FDA merekomendasikan membilas produk dengan air mengalir sebelum dikonsumsi, dan tidak menyarankan menggunakan sabun atau pembersih komersial.

Baik untuk Kesehatan, tetapi Tidak Cukup Sendiri

Makan apel setiap hari dapat meningkatkan kualitas diet, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya buah yang dikonsumsi.

Diet sehat bergantung pada variasi karena buah dan sayur yang berbeda menyediakan serat, vitamin, mineral, dan senyawa tanaman yang berbeda.

Apel juga tidak ideal untuk semua orang.

Beberapa penderita sindrom iritasi usus besar atau sensitif terhadap karbohidrat tertentu mungkin mengalami kembung, kram, atau ketidaknyamanan pencernaan setelah makan apel.

Yang lain mungkin perlu membatasi asupan karbohidrat total karena alasan medis.

Bagi kebanyakan orang, apel harian adalah kebiasaan cerdas.

Ini mendukung kesehatan usus, menambah serat, membantu rasa kenyang, dan dapat menjadi bagian dari pola makan ramah jantung.

>>> Conair Tarik 12.600 Panggangan Gas Cuisinart Akibat Kaca Pecah

Pesan di balik pepatah lama bukanlah bahwa apel menggantikan dokter, melainkan bahwa pilihan makanan kecil setiap hari dapat membentuk kesehatan jangka panjang secara perlahan.