Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/7) di tengah pergerakan bursa global yang beragam.

Volatilitas pasar masih tinggi akibat ketidakpastian global dan domestik. Investor pun bertanya-tanya mengenai strategi investasi yang tepat.

>>> Chery Tiggo Cross CSH Terbakar di Bandung, Kain Perca Jadi Tersangka

Prospek Pasar Saham Indonesia

Pengamat saham MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai prospek pasar saham Indonesia hingga akhir tahun masih konstruktif, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi.

Menurutnya, pergerakan IHSG akan dipengaruhi kebijakan fiskal pemerintah, arah suku bunga global, dan penilaian lembaga pemeringkat internasional terhadap Indonesia.

Ia menjelaskan investor masih mencermati kebijakan fiskal pemerintah yang menjadi perhatian lembaga pemeringkat asing. Arah kebijakan suku bunga global juga dinilai akan memengaruhi nilai tukar rupiah.

Penundaan evaluasi status pasar Indonesia oleh MSCI serta sinyal potensi downgrade dari S&P DJI masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Secara global, pasar saham dibayangi ketidakpastian suku bunga The Fed dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Dari dalam negeri, pelemahan rupiah dan derasnya arus keluar dana asing turut menekan IHSG.

Meski demikian, Herditya menilai investor dapat memanfaatkan momentum dengan memilih saham secara selektif.

"Investor dapat selective buy pada emiten yang sedang hype dan fleksibel terhadap pergerakan pasar," ujarnya.

Strategi Investasi untuk Pemula

Chief Analyst DOO Financial Futures Lukman Leong menilai prospek pasar saham Indonesia hingga akhir tahun masih positif meski volatilitas tinggi.

>>> Belgia Tersingkir di Piala Dunia, Courtois Pertimbangkan Pensiun

Menurutnya, fundamental ekonomi domestik masih mendukung dan valuasi IHSG menarik sehingga berpotensi naik jika arus dana asing kembali masuk.