Ia menjelaskan investasi saham aman untuk jangka menengah-panjang selama investor memilih emiten fundamental baik dan melakukan diversifikasi portofolio.

Bagi investor pemula, Lukman menyarankan strategi dollar cost averaging dibandingkan mencari waktu terbaik masuk pasar.

Ia juga mengimbau fokus pada saham perusahaan dengan fundamental kuat, laba konsisten, tata kelola baik, dan prospek jangka panjang.

"Diversifikasi sektor agar risiko terjaga, hindari utang atau margin, dan jangan mudah terpengaruh fluktuasi harian," ujarnya.

Lukman menambahkan investor perlu memahami profil risiko dan tujuan investasi, serta tidak membeli saham hanya karena tren media sosial.

Untuk investasi global, perhatikan risiko nilai tukar, regulasi, kondisi ekonomi negara tujuan, perpajakan, dan valuasi pasar.

Sementara untuk pasar domestik, cermati arah suku bunga, pertumbuhan ekonomi, kinerja emiten, dan kebijakan pemerintah.

>>> Febrie Mundur dari Jampidsus, Kejagung Beri Pernyataan Resmi

"Baik pasar saham Indonesia maupun global tetap menarik selama investor disiplin, diversifikasi, dan fokus jangka panjang," pungkas Lukman.