Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan kecerdasan buatan (AI) sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Pemerintah akan membangun infrastruktur dan ekosistem digital agar adopsi teknologi ini dapat dimanfaatkan di Tanah Air.

>>> 7 Fakta Menarik Jelang Norwegia vs Inggris di Perempat Final Piala Dunia 2026

Airlangga menegaskan percepatan transformasi digital dan adopsi AI menjadi prioritas krusial di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini karena AI bersifat efisien dan tidak terikat oleh kerentanan jalur logistik fisik dunia.

"Mengapa transformasi digital itu penting? Karena transformasi digital tidak perlu melewati Selat Hormuz.

Jadi kita bisa mempercepat transformasi digital tersebut," ujar Airlangga dalam acara Kadin Diplomatic Economic Breakfast di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (10/7).

Airlangga memastikan pemerintah bekerja sama secara strategis di hulu ekosistem digital. Salah satunya dengan mengajak kolaborasi raksasa teknologi asal Inggris, Arm.

"Terkait dengan AI, itu kuncinya dari ekosistem digital.

Indonesia sendiri untuk pengembangan semikonduktor sedang mengajak mitra yang namanya Arm, untuk menguasai hampir lebih dari 90 persen daripada pengembangan chip design.

Dan ini didorong untuk melakukan training 15.000 teknisi maupun engineer dalam Arm ecosystem," jelasnya.

Airlangga membeberkan kapasitas pusat data terpasang di Indonesia saat ini telah mencapai 580 Megawatt (MW).

Komitmen investasi baru yang masuk dalam antrean (pipeline) melonjak hingga 1,3 Gigawatt (GW).

Daya tarik investasi digital ini diperkuat oleh kesiapan gerbang transmisi kabel fiber optik. Mulai dari jalur Batam-Singapura hingga Bitung yang langsung terhubung ke Amerika Serikat.

Langkah pemerintah ini sekaligus menjawab kekhawatiran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terkait ketimpangan arus modal global.