Airlangga Targetkan AI Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
>>> AS Jatuhkan Sanksi Baru bagi 'Donatur' Mojtaba Khamenei
Kadin menyoroti investasi dunia yang tersedot secara masif dan menumpuk di segelintir perusahaan raksasa teknologi, khususnya di sektor infrastruktur AI dan semikonduktor.
Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady mengatakan fenomena konsentrasi modal global tersebut.
Ia mencontohkan bagaimana dana global berebut masuk ke IPO SpaceX hingga rencana penawaran saham perdana SK Hynix yang mengalami kelebihan pemesanan (oversubscribed) berlipat gajah.
"Uang terus mengalir ke Amerika Serikat dan ke sejumlah kecil perusahaan teknologi: infrastruktur AI, semikonduktor, pusat data, dan kapasitas komputasi.
Terjadi konsentrasi modal yang sangat besar," ungkap James.
Menurut James, tantangan terbesar bagi Indonesia saat ini adalah bagaimana agar tidak sekadar menjadi penonton atau konsumen di tengah revolusi teknologi.
Indonesia harus mampu mengambil peran strategis sebagai produsen dan bagian penting dari rantai nilai global (global value chain).
Dengan kepastian infrastruktur digital yang dipaparkan pemerintah, James membocorkan Indonesia kini tengah bersiap menerima guyuran modal digital bernilai fantastis dari investor global.
"Ke depan ini mengenai artificial intelligence akan merupakan satu center stage untuk Indonesia.
Bahkan nanti akan ada puluhan miliar dolar yang masuk membangun computing center, membawa chip-chip-nya GPU yang paling advanced ke sini," tuturnya.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menambahkan bahwa pihaknya siap menjadi jembatan strategis untuk menerjemahkan kesepakatan teknologi tingkat tinggi ini menjadi investasi nyata dan lapangan kerja di daerah.
"Rantai pasok, arus investasi, kebijakan industri, teknologi, ketahanan energi, ketahanan pangan, dan geopolitik sekarang bergerak bersama-sama.
>>> PLN Hadir di PRJ 2026 dengan Layanan Listrik, Promo, dan Gim Interaktif
Bagi Indonesia, ini berarti diplomasi ekonomi tidak lagi dapat dipisahkan dari dunia usaha. Hubungan antarpemerintah (G2G) membutuhkan eksekusi antarbisnis (B2B) di baliknya," ujar Anindya.
Update Terbaru
Kode Redeem Roblox Fish It Gratis Juli 2026, Klaim Sekarang
Sabtu / 11-07-2026, 13:17 WIB
Pokemon TCG: Pitch Black Booster Bundle Dijual di Bawah Harga Pasar
Sabtu / 11-07-2026, 13:17 WIB
Polisi Hyattsville Uji Coba Kendaraan Patroli Listrik
Sabtu / 11-07-2026, 13:17 WIB
Momen Bahagia Pernikahan Anak Ustadz Riza Basalamah di Jember: Andre Rosiade Jadi Saksi, Ruben Onsu Turut Hadir
Sabtu / 11-07-2026, 13:16 WIB
Bagi-Bagi Durian Gratis Malaysia, Antrean Mengular Sampai di Singapura
Sabtu / 11-07-2026, 13:10 WIB
Jendela Pesawat Copot saat Terbang, Penumpang Sempat Tersedot Keluar
Sabtu / 11-07-2026, 13:07 WIB
Qatar dan Mesir Desak AS-Iran Kembali ke Meja Perundingan
Sabtu / 11-07-2026, 13:07 WIB
Lamine Yamal Sesumbar Prancis Ketakutan Jumpa Spanyol di Semifinal
Sabtu / 11-07-2026, 13:07 WIB
5 Arti Gerakan Ekor Kucing yang Wajib Dipahami Pemilik
Sabtu / 11-07-2026, 13:07 WIB
Trump Ancam Hujani Iran dengan 1.000 Rudal jika Ada Upaya Pembunuhan
Sabtu / 11-07-2026, 13:05 WIB
Dua Nama Deputi Hilang saat Konpers Polda Metro, Ini Penjelasan KPK
Sabtu / 11-07-2026, 13:05 WIB
Feng Shui Dapur Lebih Tinggi dari Ruang Tamu: Baik atau Buruk?
Sabtu / 11-07-2026, 13:05 WIB
4 Sepeda Gunung Pacific Terbaik 2026, Mulai Rp2 Jutaan dengan Frame Alloy
Sabtu / 11-07-2026, 13:02 WIB
Tips Menata Kamar Tidur Sesuai Feng Shui agar Kualitas Tidur Lebih Baik
Sabtu / 11-07-2026, 13:02 WIB







