Mayoritas Ojol Pilih Status Pengusaha Mikro, Pemerintah Siapkan Regulasi
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengungkapkan bahwa mayoritas perwakilan pengemudi ojek online (ojol) yang mengikuti dialog bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman memilih berstatus sebagai pengusaha mikro, bukan pekerja.
Aspirasi tersebut menjadi salah satu dasar penyusunan kebijakan yang tengah digodok pemerintah terkait status mitra transportasi daring.
>>> Anniversary ke-9 Free Fire: Diskon Diamond Gratis via ShopeePay
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, dihadiri ratusan pengemudi yang mewakili 19 komunitas mitra Gojek, Grab, dan Maxim.
Dalam forum tersebut, pemerintah menyerap masukan terkait skema yang dinilai mampu menjaga fleksibilitas kerja sekaligus memperluas akses terhadap program pemberdayaan usaha.
"Saya bertanya kepada teman-teman komunitas dan asosiasi ojol terkait status mereka, apakah ingin menjadi pekerja atau berusaha sebagai pengusaha mikro.
Semuanya menginginkan status menjadi pengusaha," ujar Menteri Maman di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu (8/7).
Menurut Maman, pilihan tersebut didorong keinginan para pengemudi untuk tetap memiliki keleluasaan mengatur waktu bekerja, sekaligus membuka peluang mengembangkan sumber pendapatan lain di luar aktivitas sebagai pengemudi ojol.
"Mayoritas teman-teman ojol setuju menjadi pengusaha mikro. Kita mendengar aspirasi ini sebagai dasar untuk betul-betul memperjuangkan hidup mereka," kata Maman.
Akses Lebih Luas ke Program Pemberdayaan
Ia menjelaskan, status sebagai pengusaha mikro akan memberikan akses yang lebih luas bagi pengemudi terhadap berbagai program pemberdayaan UMKM, mulai dari pelatihan, peningkatan kapasitas kewirausahaan, hingga pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Maman menilai penyaluran KUR kepada pengemudi ojol berpotensi lebih efektif karena aktivitas mereka telah berada dalam ekosistem digital masing-masing platform.
Data dan ekosistem tersebut dinilai dapat membantu proses identifikasi serta pengembangan kapasitas usaha para mitra.
Update Terbaru
Kadin Jabar Perluas Akses Perdagangan dan Investasi Lewat SIBS@ASEAN 2026
Sabtu / 11-07-2026, 12:35 WIB
Toko Daging Nusantara Buka Gerai ke-40, Jangkau 5 Provinsi
Sabtu / 11-07-2026, 12:35 WIB
Kaspersky: Ancaman Siber di Asia Tenggara Makin Kompleks, Indonesia Catat Jutaan Serangan
Sabtu / 11-07-2026, 12:31 WIB
Lalamove Gelar Driver Academy untuk Tingkatkan Kualitas SDM Logistik
Sabtu / 11-07-2026, 12:31 WIB
Penjualan Mobil Nasional Tumbuh 15,9 Persen di Semester I 2026
Sabtu / 11-07-2026, 12:31 WIB
Dari Benih hingga Hilirisasi, Pemerintah Percepat Langkah Menuju Swasembada Pangan
Sabtu / 11-07-2026, 12:17 WIB
PM-AAS: Strategi Baru Pertanian Indonesia dari Swasembada ke Ekspor
Sabtu / 11-07-2026, 12:16 WIB
Mantan Polisi DeKalb County Dituntut atas Pembunuhan Tak Sengaja
Sabtu / 11-07-2026, 12:16 WIB
Polisi NYPD Selamatkan Wanita yang Duduk di Kabel Brooklyn Bridge
Sabtu / 11-07-2026, 12:16 WIB
Raja Charles Bertemu Pangeran Harry dan Keluarga Setelah 4 Tahun
Sabtu / 11-07-2026, 12:07 WIB
Megawati Bertekad Hancurkan Red Sparks, Tak Sabar Bersua Ko Hee Jin
Sabtu / 11-07-2026, 12:07 WIB
7 Negara dengan Biaya Hidup Terjangkau untuk Tinggal Jangka Panjang
Sabtu / 11-07-2026, 12:07 WIB
Bupati Sukoharjo Diduga Terima Upah Pungut Rp2,93 M Selama 5 Tahun
Sabtu / 11-07-2026, 12:07 WIB







