Laura Fryer, salah satu anggota pendiri proyek Xbox asli, angkat bicara soal kekhawatirannya terhadap masa depan all-digital PlayStation.

Dalam video terbaru di kanal YouTube-nya, Fryer mengkritik keputusan Sony yang akan menghentikan produksi cakram game fisik mulai 2028.

>>> OpenAI Rilis GPT-5.6 Sol, Model AI Terkuat dalam Tiga Tingkatan

Ia menceritakan pengalaman pribadinya menghabiskan "ratusan dolar untuk lagu Rock Band" yang akhirnya hilang karena masalah lisensi.

Setelah konsol Xbox lamanya mati dan diganti model baru, lagu-lagu tersebut tidak bisa diunduh lagi karena sudah dihapus dari toko.

"Akhirnya kami menyerah. Kami menyerah pada game keluarga favorit kami," ujar Fryer.

Menurut Fryer, kisah Rock Band itu bukan sekadar "gangguan teknis satu kali," melainkan "cetak biru untuk apa yang Sony rencanakan."

Ia juga menyoroti perdebatan pangsa pasar fisik versus digital yang disebut beberapa analis hanya 10% fisik berbanding 90% digital.

Fryer berpendapat bahwa memasukkan game digital-only dalam perbandingan membuat "digital terlihat jauh lebih dominan dari yang sebenarnya."

Ia mengingatkan video promosi lama di mana presiden SIE Worldwide Studios saat itu, Shuhei Yoshida, memuji kemampuan PS4 membaca cakram offline saat Xbox One awalnya mewajibkan koneksi internet.

Kini situasi berubah drastis dengan GTA 6 yang pada dasarnya all-digital, dan menurut Fryer hal itu membuka pintu bagi Sony.

>>> Five Eyes Peringatkan AI Bisa Bobol Pertahanan Pemerintah dalam Hitungan Bulan

"Sony menunggu Rockstar mengambil langkah pertama, menanggung panas, dan sekarang mereka all-in untuk menjadikan ini normal baru," katanya.

Fryer juga berargumen bahwa PlayStation tanpa cakram bukan hanya soal pengurangan biaya produksi, tetapi juga menghilangkan pasar barang bekas dan menguasai ekosistem.