Vokalis Rolling Stones, Mick Jagger, angkat bicara mengenai dampak psikologis dari ketenaran seumur hidup.

Ia menanggapi kritik komedian John Mulaney yang sebelumnya menyebutnya 'tidak ramah' dalam sebuah wawancara dengan The New York Times pada 11 Juli 2026.

>>> Cara Sukses Beralih ke Industri Kreatif sebagai Animator dan Konten Kreator di 2026

Mulaney, dalam spesial komedi tahun 2019 berjudul Kid Gorgeous, menceritakan pengalamannya bekerja sama dengan Jagger di Saturday Night Live pada 2012.

Ia menggambarkan sang rocker sebagai pribadi yang tidak ramah karena efek isolasi dari ketenaran yang berkepanjangan.

Ketika ditanya mengenai rutinitas komedi tersebut, Jagger mengaku belum pernah melihatnya. "Tidak, saya tidak pernah melihat itu," ujarnya.

Namun, ia kemudian mengevaluasi premis bahwa ketenaran global selama puluhan tahun dapat mengubah psikologi dan kepribadian seseorang. "Jelas, itu tidak normal.

Ini tidak seperti kehidupan kebanyakan orang. Ini memengaruhi Anda.

Anda bisa menjadi terdisosiasi," kata Jagger.

Disosiasi dari Kehidupan Nyata

Jagger menjelaskan bagaimana lingkungan industri hiburan dapat menjauhkan para artis dari interaksi sosial biasa.

"Banyak orang di industri hiburan hanya bergaul dengan sesama pelaku industri, karena mereka memiliki kesamaan, mereka bisa saling memahami, dan Anda menjadi terdisosiasi dari apa yang orang sebut 'kehidupan nyata'," tuturnya.

Ia mengakui bahwa mempertahankan koneksi dengan kehidupan sehari-hari membutuhkan usaha pribadi yang disengaja. "Maksud saya, Anda memang melawannya.

Itu usaha sadar," ujar Jagger.

Jagger berbagi rutinitas sederhananya untuk tetap membumi di tengah pengakuan publik yang ekstrem. "Caranya cukup mudah.

Anda keluar dan berjalan di jalan sendirian dan melakukan hal-hal normal, pergi membeli The New York Times," katanya.