Sebanyak 18 anak ular kobra muncul dari lubang lantai kayu sebuah rumah di Dukuh Karangturi, Desa Bogosari, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, setelah lubang tersebut disiram bensin oleh petugas pemadam kebakaran.

Peristiwa itu bermula ketika pemilik rumah menemukan seekor ular di rumahnya pada Sabtu (11/7). Ia pun menghubungi Damkar untuk meminta bantuan evakuasi.

>>> DKI Usut Dugaan Anggota Satpol PP Pungli Rumah Belajar di Jakut

Setibanya di lokasi, petugas Damkar menemukan lubang yang diduga sebagai sarang ular.

Mereka kemudian menyiramkan bensin ke dalam lubang tersebut, dan saat itu juga belasan anak ular kobra keluar.

Kabid Linmas Damkar Satpol PP Kabupaten Demak, Endra Toga Perdana, mengatakan bahwa rumah tersebut memiliki lantai papan kayu yang tidak langsung menempel tanah, sehingga terdapat lubang ke bawah.

"Teman-teman tuh langsung menumpahkan bensin di dalam lubang itu, terus ular-ular'e tuh keluar semua sing kecil. Jenisnya kobra, tadi ada sampai 18 ekor," ujar Toga.

Proses evakuasi ular tersebut memakan waktu sekitar dua jam. Namun, petugas belum menemukan induk ular di sarang tersebut.

>>> Penjualan Motor Juni 2026 Naik, Semester I Tembus 3,1 Juta Unit

"Indukannya belum keluar. Kita enggak bisa langsung, kan harus bongkar soale nek sampai bawah, makanya kan dituangin bensin dulu.

Indukannya belum ditemukan," tambah Toga.

Pihak Damkar akan kembali mencari induk ular jika mendapat laporan dari pemilik rumah. Sementara itu, belasan anak ular hasil evakuasi akan diamankan di Pos Damkar Karangawen.

Toga juga menyebut bahwa salah satu petugas sempat digigit anak kobra tersebut. Namun, bisanya tidak masuk sehingga luka yang dialami tidak fatal.

>>> Haaland Pulang, Pesaing Mbappe Berburu Top Skor Piala Dunia Berkurang

"Petugas kan evakuasi ular banyak ya, ada yang kecatok itu ya cuman enggak fatal. Kayak nucup gitu loh, digigit tapi bisanya enggak masuk," ungkap Toga.