Presenter program dokumenter alam liar, Heru Gundul, mengalami pembengkakan mata hingga tidak bisa membuka mata selama 18 jam akibat terkena semburan bisa ular kobra.

Insiden itu terjadi saat ia melakukan penyelamatan ular di Jakarta Selatan pada Jumat (5/6/2026).

>>> Studi Ungkap Anak Cerdas Butuh Kelas Khusus Demi Masa Depan

Heru mengaku penanganan medis terhadap dirinya terlambat karena ia harus mengamankan ular terlebih dahulu. "Jadi kemarin memang sempat kesembur ular kobra dan 18 jam nggak bisa buka mata.

Karena pas nih di bawah kelopak mata ini kena, jadi dia bengkak dan nggak bisa melek.

Makanya ditahan dulu," kata Heru di Studio FYP Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Pakar ular tersebut menganggap kejadian itu sebagai risiko pekerjaan yang biasa. "Itu momen berbahaya, ya kalau orang awam bilang berbahaya.

Aku bilang sih biasa saja.

Karena ya kita kalau main di lapangan, main api kebakar, main air basah, main ular digigit kesembur itu biasa," ujarnya.

Pertolongan pertama dilakukan dengan membilas mata menggunakan air mengalir. Namun, bisa ular telanjur menumpuk di area dalam kelopak mata.

"Karena saya telat penanganan, karena saya harus nanganin ularnya dulu daripada gigit orang.

Akhirnya bisa itu numpuk di belakang kelopak mata nih ya, di bola mata bagian dalam," jelasnya.

Untuk menetralisasi racun, Heru menggunakan ramuan herbal yang dicampur madu pada matanya. "Akhirnya saya pakai madu mata.

>>> USK Mulai Verifikasi Calon Penerima KIP Kuliah SNBT 2026

Jadi itu madu campur ramuan herbal. Dia ditetesin di sini rasanya perih banget dan dia merangsang air mata itu keluar terus.