Penyanyi legendaris Julio Iglesias resmi mengajukan gugatan perdata terhadap Wakil Perdana Menteri Kedua Spanyol, Yolanda Diaz, di Mahkamah Agung Spanyol pada 21 Juli 2026.

Gugatan tersebut diajukan atas dugaan pelanggaran hak kehormatan dan privasi pribadi Iglesias.

>>> Janda Malcolm-Jamal Warner Gugat Ibu Aktor Soal Trust Rp19 Miliar

Langkah hukum ini dipicu oleh pernyataan Diaz di media sosial dan televisi terkait tuduhan pelecehan seksual dan eksploitasi tenaga kerja yang dilayangkan dua mantan pegawai rumah tangga Iglesias.

Kasus tersebut sebelumnya telah diarsipkan oleh jaksa Spanyol karena kurangnya yurisdiksi atas peristiwa yang terjadi di Karibia.

Dalam gugatannya, Iglesias menuntut Diaz secara terbuka mencabut pernyataannya, mengakui pelanggaran hak, dan membayar ganti rugi moral sebesar 50.000 euro serta biaya pengadilan.

Upaya mediasi pada Mei lalu gagal karena Diaz menolak mencabut komentarnya.

Diaz sebelumnya menulis di Bluesky: "Kesaksian mengerikan dari mantan pekerja Julio Iglesias. Pelecehan seksual dan situasi perbudakan dengan struktur kekuasaan berdasarkan agresi permanen.

Terima kasih kepada wanita pemberani dan jurnalis di @eldiario. es yang melaporkannya."

Iglesias berargumen bahwa Diaz, sebagai pejabat tinggi publik, secara terbuka menunjukkan prasangka bersalah dengan menuduh pelecehan seksual dan pelanggaran hak fundamental terjadi di kediamannya.

>>> Penjelajah Temukan Bangkai Pesawat Pan Am 1952 di Lepas Pantai Puerto Rico

Secara terpisah, Iglesias juga mengajukan pengaduan pidana di Madrid terhadap jurnalis elDiario.

es, termasuk direktur Ignacio Escolar, dengan tuduhan bahwa investigasi mereka mengandung pernyataan palsu dan fitnah yang dirancang untuk merusak citranya.

Escolar membela investigasi tiga tahun yang dilakukan bersama Univision Noticias, dengan mengatakan: "Tidak mudah menahan tekanan ini, tapi itu pekerjaan kami; menerbitkan informasi yang terverifikasi dan benar."