Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Danantara, badan pengelola investasi negara, diminta untuk menentukan arah subsidi kendaraan listrik yang sebelumnya dijanjikan tahun ini.

Purbaya mengatakan pemberian subsidi masih menunggu masukan dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa.

>>> DJP Gandeng TNI-Polri Awasi Wajib Pajak: Untung atau Buntung?

"Saya masih tunggu masukan dari Menperin dan dari Danantara, Pak Sigit (CTO Danantara), karena dia yang diminta menentukan ke mana subsidinya," ujar Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7).

Pada awal Mei, Purbaya mengungkapkan subsidi akan diberikan untuk 200 ribu kendaraan listrik, terdiri dari 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik.

Saat itu, subsidi direncanakan turun pada Juni.

Namun, jadwal tersebut mundur ke Juli, dan kini Purbaya mengatakan subsidi masih dikaji serta kemungkinan mundur lagi ke Agustus.

Purbaya menegaskan subsidi tetap akan diberikan, namun tidak merinci apakah akan terealisasi pada Agustus.

>>> Anak Batuk Tak Kunjung Sembuh, Bisa Jadi Terkena GERD

Ia justru menyebut ada perubahan skema untuk motor listrik yang akan dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu.

"Motor listrik masih ada insentif, nanti tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu," katanya.

Rencana subsidi motor listrik yang diungkap pada Mei adalah sebesar Rp5 juta per unit.

Sementara untuk mobil listrik, skemanya berupa diskon PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 hingga 100 persen, tergantung jenis baterai dan kandungan nikel.

>>> 4 Bulan Kekeringan, Warga Tangerang Berebut Air Bersih

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin (20/7) juga mengatakan subsidi ditunda. "Insentif motor listrik kemarin dikaji lagi, tambahan satu bulan," kata Airlangga.