Mobil modern yang terhubung ke internet membawa risiko keamanan digital yang perlu diwaspadai. Namun, ancaman peretasan tidak selalu seperti yang digambarkan di film Hollywood.

Bayangkan setir mobil tiba-tiba berbelok sendiri karena dikendalikan peretas dari jarak jauh. Skenario ini memang mencekam, tetapi para ahli keamanan siber mengatakan kenyataannya lebih bernuansa.

>>> Dilepas Prabowo, Nanik S Deyang Ngaku Trauma Urus Duit MBG

Mobil keluaran terbaru pada dasarnya adalah "komputer berjalan" yang terus terhubung ke internet. Koneksi seluler mendukung fitur navigasi, hiburan, dan pembaruan perangkat lunak nirkabel (OTA).

Teknologi ini memberikan kenyamanan, seperti perbaikan celah keamanan tanpa harus ke bengkel. Namun, ia juga membuka celah risiko siber baru.

Ancaman Nyata: Pencurian Data dan Kill Switch Massal

Menurut laporan Carscoops, ancaman peretasan mobil memang nyata. Namun, bentuknya tidak selalu sedramatis yang dibayangkan.

Kendaraan modern tidak dirancang agar mudah diintervensi sistem kemudi atau pengereman melalui koneksi internet biasa. Risiko yang lebih realistis adalah pencurian data atau pemutusan fungsi kendaraan secara massal.

Salah satu kasus nyata adalah ratusan unit mobil Porsche di Rusia yang tiba-tiba mati misterius.

>>> Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN demi Fokus Berobat Jantung

Investigasi di Norwegia juga menemukan potensi akses jarak jauh pada bus listrik buatan Tiongkok.

Risiko terbesar saat ini adalah adanya "kill switch" yang bisa mematikan ribuan armada kendaraan sekaligus.

Bayangkan kekacauan jika bus sekolah, mobil polisi, atau truk pengiriman tiba-tiba mogok karena sabotase.

Pencurian data pribadi dari jutaan kendaraan terhubung juga menjadi target spionase atau kejahatan siber berskala besar.

>>> PDIP: Jika TNI-Polri Awasi Pajak, Indonesia Mundur ke Era Kelam

Setiap fitur baru yang terhubung ke internet ibarat pintu masuk tambahan yang harus dijaga pabrikan.