Pasukan Israel melarang sebuah keluarga Palestina di Tepi Barat menggunakan kamar mandi sendiri. Larangan itu sudah berlangsung selama tiga pekan.

Larangan muncul setelah pemukim ilegal Israel berselisih dengan warga Palestina. Militer Israel kemudian mengeluarkan perintah zona militer untuk melerai konflik.

>>> Personel Satgas Damai Cartenz Tewas Bersimbah Luka di Yahukimo

Ikhlas Al Hathlain, penduduk Desa Umm Al Kheir, mengatakan pemukim ilegal sering mengganggu mereka sebelum aturan itu keluar.

"Para pemukim akan datang ke kamar mandi dan mengetuk pintu, ingin kami pergi," ujarnya.

Kamar mandi Al Hathlain terletak di antara rumah dan karavan pemukim ilegal, kurang dari 100 meter. Ia tinggal bersama 14 orang di rumahnya.

>>> Keuntungan Indonesia di Piala AFF 2026: Bisa Lihat Kekuatan Lawan Duluan

Kini, Al Hathlain dan keluarganya harus menggunakan kamar mandi pusat komunitas atau rumah tetangga. "Rasa malu dan kesulitan saat pergi ke toilet sungguh di luar bayangan," katanya.

Perintah militer Israel juga mencegah keluarganya mengakses kandang domba di dekatnya. Pasukan Zionis berada di daerah itu setiap tiga hingga empat hari.

Perselisihan bermula ketika pemukim memasang kursi ayunan di antara rumah keluarga dan kakus. Militer Israel mengklaim aturan itu bersifat sementara tanpa menyebut tanggal berakhir.

>>> IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.390 pada Rabu Pagi

Israel terus menganeksasi Tepi Barat. Lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di sana sejak pendudukan 1967.