Film horor Indonesia kembali menghadirkan gebrakan baru. Juminten Edan (2026) tidak mengandalkan sosok hantu, melainkan trauma dan dendam seorang perempuan disabilitas.

Film ini dibintangi Meisya Amira sebagai Juminten, seorang perempuan tuna rungu dan wicara. Kisahnya berpusat pada kepulangan ke kampung halaman yang berubah menjadi teror.

>>> Indonesia Kembangkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun untuk Transisi Energi

Sinopsis Film Juminten Edan (2026)

Juminten pulang bersama suami dan anak-anaknya setelah bertahun-tahun merantau. Awalnya disambut baik, namun perlahan ia diteror oleh orang-orang yang tidak menginginkannya di kampung.

Mereka membuat siasat agar Juminten dianggap kehilangan kewarasan. Trauma masa kecilnya pun kembali muncul, memicu perilaku di luar kendali.

Puncaknya, Juminten nyaris melukai suami dan anaknya sendiri. Warga menangkap dan memasungnya, namun suaminya, Manto, tetap percaya istrinya akan pulih.

Pemasungan dan stigma justru menguatkan ingatan Juminten tentang tragedi yang membuatnya sebatang kara. Ia mulai mengingat siapa saja yang membuatnya menderita.

Didorong keinginan balas dendam, Juminten berubah dari perempuan lembut menjadi bengis. Ia seolah mendapat kekuatan rahasia untuk membalaskan dendam pada semua orang yang pernah menyakitinya.

Film ini menampilkan cara balas dendam yang elegan dan memuaskan penonton. Pertanyaan besarnya, siapa otak di balik pembakaran ayah Juminten?

>>> Pemerintah Indonesia Arahkan Subsidi EV ke Perusahaan Terpilih

Dan mampukah ia membalas dendam sendirian?

Jadwal Tayang dan Pemeran

Film Juminten Edan (2026) akan tayang serentak di bioskop tanah air mulai 23 Juli 2026. Naskah ditulis Alim Sudio, disutradarai Dedy Mercy dan Jonathan Ozoh.

Selain Meisya Amira, film ini dibintangi Dimas Aditya sebagai Manto, Anne J. Coto sebagai Salma, Kukuh Prasetyo sebagai Marlan, dan Deden Bagaskara sebagai Kadir.

Ada pula Bambang Oeban, Wina Marrino, Sharon Jovian, Teguh Julianto, Wanto Cacing, Feril Ali, dan Maria Lituhayu.

Jangan tonton film ini di situs ilegal seperti LK21 atau Juraganfilm karena berisiko virus dan kehilangan data.

Fakta Menarik: Dialog Tanpa Suara

Salah satu keunikan film ini adalah adanya adegan dialog tanpa suara. Meisya Amira harus menyampaikan emosi tanpa kata-kata verbal, hanya melalui ekspresi dan bahasa tubuh.

>>> SEA V Cup Leg 2: Timnas Voli Indonesia Kembali Hadapi Kamboja

Hal ini menambah tantangan akting dan memberikan pengalaman menonton yang berbeda. Film ini tidak hanya horor, tetapi juga menyoroti sudut pandang penyandang disabilitas dengan trauma masa lalu.