Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu (22/7) pagi.

Mata uang Garuda berada di level Rp17.932 per dolar AS, turun 44 poin atau 0,25 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

>>> Pria di Cikarang Sekap Pacar 6 Hari, Kini Jadi Tersangka

Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS tercatat bervariasi.

Yuan China melemah 0,05 persen, ringgit Malaysia turun 0,16 persen, dan peso Filipina melemah 0,01 persen.

Dolar Singapura juga melemah 0,06 persen. Sementara itu, won Korea Selatan menguat 0,12 persen dan dolar Hong Kong naik 0,02 persen.

Yen Jepang bergerak stabil.

Di negara maju, euro Eropa turun 0,02 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dolar Australia terdepresiasi 0,02 persen, dan franc Swiss terkoreksi 0,05 persen.

>>> Jadwal Timnas Putri Indonesia vs Laos di Final Piala AFF Wanita 2026

Sebaliknya, dolar Kanada menguat 0,01 persen.

Faktor Pelemahan Rupiah

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah melemah karena tensi geopolitik di Timur Tengah yang masih tinggi.

Hal ini mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia dan indeks dolar AS.

Meski demikian, pelemahan diperkirakan terbatas. Investor mengantisipasi kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia sore ini.

>>> Rantai yang Harus Diputus: Apa Itu Eggshell Parenting?

Rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS pada hari ini.