Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.980 per dolar AS pada perdagangan Jumat (17/7) pagi.

Mata uang Garuda menguat 6 poin atau 0,03 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

>>> Daftar Rating TV per Jumat, 18 Juli 2026: D'Academy 8 Bungkam Euforia Piala Dunia, SCTV Monopoli Papan Atas Sinetron

Pergerakan rupiah sejalan dengan beberapa mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina terapresiasi 0,05 persen dan won Korea Selatan naik 0,13 persen.

Namun, sejumlah mata uang Asia lainnya justru melemah.

Yuan China turun 0,06 persen, dolar Singapura terkoreksi 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,05 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,23 persen, dan dolar Hong Kong turun tipis 0,01 persen.

Di sisi lain, mata uang utama negara maju bergerak bervariasi.

Dolar Kanada menguat 0,02 persen, sedangkan euro Eropa melemah 0,03 persen, poundsterling Inggris turun 0,09 persen, dolar Australia terkoreksi 0,21 persen, dan franc Swiss melemah 0,02 persen terhadap dolar AS.

>>> Google Dipaksa Buka Android untuk AI Pesaing, Gemini Tak Lagi Eksklusif

Proyeksi Pelemahan Rupiah

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melemah pada perdagangan hari ini.

Hal ini seiring rebound dolar AS setelah pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed semalam.

Selain itu, eskalasi konflik di Timur Tengah dan sentimen risk-off di pasar ekuitas akibat aksi jual saham teknologi turut menekan.

Meski demikian, sentimen domestik masih positif setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia.

>>> Ritual Sunyi Couture Adeline Andre lewat Lembaran Kain

Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini.