Di pinggiran Paris, jauh dari gemerlap kota, terdapat sebuah taman bernama Fondation La Ruche-Seydoux. Di sanalah Adeline Andre mempersembahkan koleksi haute couture terbarunya.

Suasana lebih menyerupai ritual ketimbang perayaan busana. Diiringi kicauan burung, para model berjalan perlahan tanpa ekspresi, seolah menghadirkan meditasi tentang tubuh dan kain.

>>> Iran Kecam Serangan AS di Dekat Rumah Sakit Kanker Anak

Hanya 25 tamu undangan hadir.

Setiap penampilan menuai tepuk tangan spontan, respons langka di dunia haute couture yang biasanya menahan apresiasi hingga akhir show.

Perjalanan Karier yang Sunyi

Adeline Andre memulai kariernya pada 1970 sebagai asisten Marc Bohan untuk Christian Dior Couture.

Ia mendirikan jenamanya sendiri pada 1981 dan menjadi anggota resmi Chambre Syndicale de la Haute Couture pada 1997.

Sang grand couturier nyaris tidak pernah memberi wawancara panjang, tidak membangun citra publik berlebihan, dan tidak mengejar sorotan media sosial.

Akun Instagram-nya pun privat.

Ia hidup dan bekerja dengan disiplin asketis di luar Paris, jauh dari mesin pemasaran industri kemewahan. Namanya justru memperoleh aura mitologis berkat konsistensi intelektual dan penguasaan teknik.

Obsesi pada Konstruksi

Koleksi musim ini kembali memperlihatkan obsesinya terhadap konstruksi. Mantel dengan tiga lubang lengan tampak seperti dua pakaian, dengan luaran yang dari depan terlihat disampirkan.

Ada pula gaun dengan lima lubang lengan dan potongan bias yang menjadi ciri khas Andre. Mantel dengan secret buttoning menyembunyikan sistem konstruksinya dari pandangan.

Hampir setiap busana tampak sederhana dari kejauhan, tetapi menyimpan kerumitan pola yang hanya terlihat saat bergerak bersama pemakainya.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 18 - 19 Juli 2026