Stephane Rolland kembali menunjukkan bahwa haute couture adalah disiplin artistik yang berdiri sendiri.

Koleksi terbarunya untuk musim dingin 2026/2027 mengambil inspirasi dari Dalida, diva kelahiran Kairo yang menjembatani Timur dan Barat.

>>> Polri Barter 3 Buronan China dengan Tersangka Penipuan Tambang

Pertunjukan digelar di Olympia, gedung konser legendaris Paris yang menjadi saksi perjalanan Dalida. Bagi Rolland, Dalida adalah simbol perempuan yang mengubah kerentanan menjadi kekuatan.

"Saya tidak ingin merekonstruksi sebuah era, tetapi menemukan kembali sebuah perasaan," tulis Rolland dalam shownote.

"Perasaan seorang seniman yang berdiri sendiri di atas panggung dan memenuhi ruang dengan intensitas yang melampaui kata-kata."

Pilihan tema ini sangat khas Rolland. Selama dua dekade, ia menghindari tren dan mengolah figur sejarah menjadi metafora tentang keagungan, spiritualitas, dan keheningan.

33 Siluet Seperti Resital Musikal

Sebanyak 33 siluet berjalan layaknya resital musikal.

Koleksi dibuka dengan warna putih dari krep sutra, gazar, mousseline, organza, dan satin yang menciptakan volume nyaris tak berbobot.

Rolland menyebutnya sebagai 'halaman kosong yang masih terbuka'. Gaun dan mantel memastikan pemakainya menjadi pusat perhatian berkat teknik konstruksi yang sangat baik.

Putih perlahan digantikan oleh merah Olympia, hitam pekat, dan kilau perak. Seperti lagu Dalida, emosi dibangun secara bertahap tanpa kehilangan kendali.

Secara teknis, koleksi ini seperti katalog teknik identitas rumah mode. Gazar dibentuk menjadi siluet trapeze monumental, organza 'dipahat' menjadi spiral dan gelombang.

Makramé satin, plissé, bulu burung unta, hingga bordir batu kristal, mutiara, porselen, oniks, dan berlian menjadi aksen arsitektural.

Yang paling menarik adalah disiplin estetikanya.

Gaun Stéphane Rolland mudah dikenali dari kejauhan: bahu tegas, garis vertikal, cape dramatis, volume arsitektural, dan proporsi monumental.