Divisi Hubinter Polri melakukan pertukaran tiga buronan Warga Negara (WN) China dengan satu buronan asal Indonesia terkait kasus penipuan tambang.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Hubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, menjelaskan pertukaran tersebut sesuai kesepakatan dengan Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk memburu pelaku kejahatan lintas negara.

>>> 2 Wanita Jadi Tersangka Kasus ASN Nias Tewas Terjatuh dari Lantai 12

"Ini menunjukkan komitmen Polri melalui NCB Interpol Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional untuk memastikan para pelaku tindak pidana tidak memiliki ruang aman untuk menghindari proses hukum," kata Untung dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).

"Sinergi yang baik dengan Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok menjadi kunci terlaksananya proses pertukaran buronan ini secara lancar, aman, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," imbuhnya.

Untung menjelaskan ketiga buronan WN China yang dipulangkan yakni Zheng Rongjing (ZR), LZ, dan HZ. Proses pemulangan dilakukan dalam dua gelombang.

Tahap pertama, dua buron berinisial Zheng Rongjing dan LZ diterbangkan menuju Bandara Internasional Baiyun, Guangzhou, dan tiba pada Jumat (10/7) pagi.

Selanjutnya, HZ diberangkatkan pada gelombang kedua dan tiba di China pada Sabtu (11/7).

Zheng Rongjing merupakan pelaku kriminal kelas kakap yang masuk daftar pencarian orang paling dicari Interpol Beijing. Ia terlibat dalam sindikat penipuan daring atau online scam internasional.

>>> Erling Haaland Pulang dari Piala Dunia 2026 Bawa Pulang Tas Mewah Dolce & Gabbana dan Rakun Awetan Seharga Rp 13 Juta

Berdasarkan catatan Interpol, Zheng merupakan sosok penting dalam jaringan online scam. Ia diduga mengoperasikan tindak pidana tersebut di salah satu kompleks penipuan terbesar di Kamboja.