Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin parade militer terbesar dalam sejarah pada perayaan Hari Bastille di Paris.

Parade tahunan itu menampilkan hampir 6.700 tentara, 98 pesawat, 31 helikopter, dan 315 kendaraan.

>>> Festival Banteng Pamplona Cederai 57 Orang, Turis Inggris 86 Tahun Terluka

Acara tersebut dihadiri oleh pemimpin internasional termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Sekitar 500 tentara asing ikut berbaris bersama pasukan Prancis.

Macron menyampaikan pidato pada Senin malam sebelum parade. Ia mengucapkan terima kasih kepada sekutu internasional yang berpartisipasi.

"Semua mitra dalam koalisi yang bersedia dan teman-teman Ukraina kami, yang akan berbaris bersama kami dan menggambarkan kebangkitan strategis serta persatuan kami," kata Macron.

Parade ini menyoroti kerja sama pertahanan setelah pertemuan sekutu Barat mengenai perang di Ukraina. Seorang pejabat Prancis menjelaskan maksud geopolitik di balik skala besar pameran militer tersebut.

"Sinyal kuat bahwa Eropa mulai sadar betapa berbahayanya dunia saat ini," kata seorang pejabat Prancis yang tidak disebutkan namanya.

Pejabat yang sama menekankan tiga fokus dari pengerahan aset militer yang belum pernah terjadi sebelumnya di sepanjang Champs-Élysées.

"Persenjataan kembali Prancis, otonomi strategis Prancis, dan kebangkitan strategis Eropa," ujarnya.

Solidaritas Eropa juga digaungkan oleh pimpinan pertahanan selama acara tersebut. Wakil Menteri Pertahanan Prancis Alice Rufo menyebut pawai militer bersama sebagai pesan jelas kepada Rusia.

>>> Prabowo Tetapkan Harga BBM Khusus Rp15.000 per Liter untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

"Eropa bersatu dan bertekad mendukung Ukraina dalam menghadapi Rusia, Eropa yang percaya diri," kata Rufo.

Sementara parade berlangsung, keadaan darurat lingkungan terjadi di tempat lain.