Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan harga ayam dan telur di tingkat peternak mulai merangkak naik.

Kenaikan ini dipicu oleh berakhirnya Bulan Suro dan dimulainya kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG).

>>> Statistik Kunci Inggris vs Argentina: Duel Seimbang Menuju Final Piala Dunia 2026

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan permintaan kedua komoditas tersebut mulai pulih. Menurutnya, MBG yang sempat terhenti saat libur sekolah kini kembali berjalan.

"Kalau dari data kami, dan kami nanya juga teman-teman peternak, relatif sudah mulai merangkak. Jadi MBG tentu ada pengaruhnya.

Kemudian sebenarnya bulan Suro itu juga pengaruh besar," ujar Ketut di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (14/7).

Selama Bulan Suro, permintaan ayam dan telur menurun karena kegiatan hajatan seperti pernikahan berkurang. Akibatnya, harga di tingkat peternak ikut tertekan.

"Karena bulan kemarin itu relatif bulan Suro, sehingga acara-acara mantenan dan lain sebagainya kan terhenti, sehingga permintaan terkait dengan ayam dan telur itu relatif menurun, sehingga harga terdepresiasi," jelas Ketut.

>>> Lamine Yamal Sesumbar: Prancis Bakal Juara Piala Dunia 2026 Andai Bisa Lewati Spanyol

Kini, setelah periode Suro berakhir dan MBG kembali berjalan, permintaan meningkat.

"Nah, dengan melewati bulan Suro, sekaligus juga mulai masuk anak sekolah, MBG sudah mulai, ini (harga di tingkat peternak) merangkak, sudah mulai bagus," lanjutnya.

Saat ini harga telur di tingkat peternak berkisar Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kg. Sementara harga ayam berada di kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kg.

"Sekarang ayam sekitar Rp19-20 ribu. Hampir mirip-mirip.

Tapi sekali lagi dengan mulainya MBG, kemudian melewati bulan Suro, ini krusial banget, cuman di Jawa.

>>> Pemerintah Trump Ancam Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional ICC

Nah karena ini sudah dilewati, tentu harga akan mulai terkoreksi positif bagi peternak kita," pungkas Ketut.