Pemerintah Trump Ancam Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional ICC
Pemerintahan Donald Trump terus berupaya membongkar Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC). Langkah ini diambil karena ICC dianggap mengancam kedaulatan Amerika Serikat.
Dalam rekaman yang dirilis pada Senin (13/7), Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ICC awalnya dimaksudkan untuk mengadili hanya pelanggaran terberat.
>>> Kemenhaj Minta Rp4 Triliun untuk Pertahankan Lokasi Tenda Haji 2027
"[Tetapi ternyata menjadi] sesuatu yang jauh lebih radikal dan ekstrem," kata Rubio, dikutip Reuters.
Rubio menegaskan pemerintahan Trump tak akan mengizinkan pengadilan tersebut untuk mengancam personel AS. Pejabat Kementerian Luar Negeri AS mengatakan berbagai opsi sedang dipertimbangkan untuk menargetkan ICC.
Opsi tersebut mencakup larangan perjalanan, pencabutan visa, peningkatan sanksi terhadap ICC dan organisasi afiliasinya, serta tekanan diplomatik pada negara-negara lain untuk menarik diri dari ICC.
"Tidak ada opsi diplomatik yang akan dikesampingkan dalam kampanye untuk membongkar ancaman yang ditimbulkan oleh ICC terhadap warga Amerika," demikian pernyataan resmi Kemlu AS.
Dalam artikel opini yang dirilis Wall Street Journal, Rubio mengutip seruan dari para aktivis dan pihak lain agar pengadilan menuntut personel AS.
Termasuk terkait deportasi migran oleh pemerintahan Trump atau serangan AS terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkotika.
"Saat ini, ICC dan sekutunya sedang melancarkan perang melawan negara kita, bukan dengan peluru dan rudal, tetapi dengan undang-undang, perjanjian, dan kekuatan yang disebut hukum internasional," kata Rubio.
>>> 9 Efek Buruk Begadang terhadap Tubuh dan Cara Menguranginya
Dia menegaskan bahwa agen Patroli Perbatasan, Marinir, dan jaksa yang menangani kasus terorisme dapat menghadapi tuntutan oleh pengadilan.
Sementara itu, juru bicara ICC, Oriane Maillet, mengatakan pengadilan tidak akan berkomentar mengenai masalah tersebut.
Update Terbaru
Milania Giudice Dekat dengan Keluarga Joe Usai Ditangkap karena Penganiayaan
Selasa / 14-07-2026, 22:59 WIB
Pemain WoW dan FF14 Bisa Dapat Beasiswa hingga Rp240 Juta
Selasa / 14-07-2026, 22:57 WIB
Mantan Karyawan Kanye West Minta Biaya Pengacara Rp19 Miliar
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Bocah 5 Tahun Meninggal Akibat Penyakit Langka Clarkson
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Dua Remaja Texas Ditangkap karena Merusak Bukti Kematian Tenggelam
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Penggugat Pria Stefon Digges: Tim NFL Terbangkan Saya untuk Bertemu
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Lionel Messi Absen Latihan Penuh Jelang Argentina vs Inggris
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Head to Head Inggris vs Argentina: Tiga Singa Hanya Dua Kali Kalah, Salah Satunya karena Gol Tangan
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Qualcomm Siapkan Snapdragon X2 Elite untuk Laptop Gaming, Performa Mendekati RTX 5060
Selasa / 14-07-2026, 22:54 WIB
Gelar RGS 2026, OJK Ingatkan Patuh Aturan Bukan Hambatan Usaha
Selasa / 14-07-2026, 22:54 WIB
Spanyol Berpotensi Rusak Rekor Nirkalah Argentina saat Lawan Prancis
Selasa / 14-07-2026, 22:54 WIB
Cerita di Balik Alasan Mengapa Messi Belum Pernah Lawan Inggris
Selasa / 14-07-2026, 22:49 WIB
Jalan Tendean Arah Blok M Kembali Dibuka Usai Pembersihan Puing JPO
Selasa / 14-07-2026, 22:49 WIB
Publishing Lead Palworld Minta Pemain Abaikan Drama Buatan di Media Sosial
Selasa / 14-07-2026, 22:49 WIB







