Departemen Pendidikan Amerika Serikat resmi meluncurkan Repayment Assistance Plan (RAP) pada 1 Juli 2026.

Program ini memberlakukan pedoman ketat yang mencabut manfaat utama peminjam jika mereka melewatkan tenggat waktu bulanan meski hanya satu hari.

>>> Restrukturisasi Gagalkan Pembaruan Pedoman Berhenti Merokok untuk Anak di AS

Kebijakan ini mengikuti perubahan pendidikan tinggi yang lebih luas di bawah undang-undang pajak Presiden Donald Trump. Tujuannya membatasi pinjaman berlebihan dan menyesuaikan kualifikasi bantuan keuangan.

Dalam kerangka baru, pemerintah membatasi pinjaman untuk mahasiswa pascasarjana, profesional, dan orang tua. Program Saving on a Valuable Education (SAVE) yang lama juga dihentikan.

Pakar pendidikan tinggi Mark Kantrowitz memperingatkan bahwa struktur kaku RAP tidak memberi ruang bagi keterlambatan peminjam.

"Terlambat membayar, bahkan hanya satu hari di bawah RAP, akan merugikan Anda," ujarnya.

Kantrowitz menekankan bahwa kegagalan memenuhi jadwal pembayaran menghilangkan perlindungan finansial dalam sistem baru. "Anda akan kehilangan manfaat berharga yang menghemat uang," katanya.

Ia mencatat bahwa opsi pembayaran alternatif sebelumnya memberikan masa tenggang sebelum denda dikenakan. "Rencana lain memiliki toleransi sebelum pembayaran dianggap terlambat," jelasnya.

Mantan Wakil Asisten Sekretaris Departemen Pendidikan Rich Williams menjelaskan bahwa RAP awalnya dirancang untuk menghentikan peningkatan saldo utang.

>>> Trump Tunjuk Donor Ballroom Konstantin Sokolov Pimpin Dana Baru Departemen Luar Negeri

"Perlindungan itu berasal dari dua manfaat, keduanya terkait pembayaran tepat waktu," katanya.

Williams, yang kini menjabat sebagai chief customer officer di Summer, menyebut pemerintah memberikan hingga $50 untuk mengurangi pokok pinjaman bagi akun yang tepat waktu.

"Memastikan pokok Anda turun setiap bulan, berapa pun jumlah pembayaran Anda," ujarnya.

Ia menyarankan agar peminjam menyesuaikan pembayaran melalui komunikasi langsung saat terjadi perubahan pendapatan. Ini lebih aman daripada berisiko masuk status tunggakan.

Williams menyimpulkan bahwa peminjam harus menghindari pembayaran berlebih agar manfaat rencana tetap utuh. "Membayar tepat jumlah yang Anda hutang, tepat waktu, biasanya langkah paling cerdas," katanya.

Departemen Pendidikan mengonfirmasi bahwa batasan pinjaman baru bertujuan mendorong universitas mengatur biaya kuliah.

>>> Penggunaan AI dalam Keamanan Siber Melonjak 78%, Tata Kelola Tertinggal

"Batas wajar ini akan membantu mencegah peminjam mengambil utang yang sulit dilunasi, sekaligus menekan institusi untuk menurunkan biaya," demikian pernyataan departemen.