Mayoritas Warga AS Dukung Perampasan Kekayaan dari Industri AI
Sebagian besar warga Amerika Serikat mendukung langkah drastis terhadap industri kecerdasan buatan (AI).
Survei nasional dari Versasight terhadap 1.700 orang dewasa menemukan bahwa 69 persen pekerja AS setuju perusahaan AI dipaksa mentransfer 50 persen saham mereka ke dana kekayaan publik.
>>> Tom Cruise Sebut Film Baru 'Digger' Tantangan Terbesarnya
Gagasan ini sebelumnya digaungkan oleh Senator Bernie Sanders (D-VT).
"Di mata publik, dana AI berdaulat dipandang sebagai alat untuk mendistribusikan keuntungan industri AI kembali ke masyarakat luas," kata CEO Verasight Benjamin Leff kepada CNBC News.
Usulan Sanders dan Dukungan Publik
Sanders membawa ide ini ke arus utama saat mengusulkan American AI Sovereign Wealth Fund Act pada Juni lalu.
Dalam esai di New York Times, Sanders berargumen dana tersebut akan memberi publik peran langsung dalam menentukan masa depan teknologi AI.
"Ini akan menjamin manfaat ekonomi yang dihasilkan AI digunakan untuk meningkatkan kehidupan kita semua, bukan sekadar memperkaya orang terkaya di dunia," ujarnya dalam pernyataan bulan lalu.
Rancangan undang-undang itu menargetkan perusahaan AI terbesar di AS seperti Anthropic dan OpenAI.
Mereka diwajibkan membayar pajak satu kali sebesar 50 persen atas saham mereka.
>>> Rumor Nintendo Switch 2 OLED: Produksi Massal Paling Cepat Akhir 2027
Dengan valuasi saat ini, Sanders memperkirakan dana yang terkumpul mencapai sekitar $7 triliun.
Dana tersebut bisa digunakan untuk mengimbangi gangguan luas yang mungkin ditimbulkan AI terhadap masyarakat.
Namun, tidak semua kritikus industri AI setuju.
Beberapa pihak berpendapat bahwa memberikan saham besar kepada pemerintah justru akan mendorong pelonggaran regulasi dan memberi perusahaan AI pengaruh lebih besar.
Meski dianggap sebagai ide yang cacat dan tidak realistis, warga AS tetap mendukungnya.
Bahkan ketika kebijakan itu secara eksplisit dikaitkan dengan Sanders, survei menemukan 64 persen responden masih mendukung.
>>> Mengupas Tumpukan Bawah Anime Musim Panas 2026
"Ada keinginan yang tak terbantahkan di antara warga Amerika dari kedua partai untuk pengawasan federal, transparansi absolut, dan akuntabilitas guna memastikan keamanan AI serta memungkinkan semua warga berpartisipasi dalam manfaat ekonomi AI," kata Leff.
Update Terbaru
Milania Giudice Dekat dengan Keluarga Joe Usai Ditangkap karena Penganiayaan
Selasa / 14-07-2026, 22:59 WIB
Pemain WoW dan FF14 Bisa Dapat Beasiswa hingga Rp240 Juta
Selasa / 14-07-2026, 22:57 WIB
Mantan Karyawan Kanye West Minta Biaya Pengacara Rp19 Miliar
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Bocah 5 Tahun Meninggal Akibat Penyakit Langka Clarkson
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Dua Remaja Texas Ditangkap karena Merusak Bukti Kematian Tenggelam
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Penggugat Pria Stefon Digges: Tim NFL Terbangkan Saya untuk Bertemu
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Lionel Messi Absen Latihan Penuh Jelang Argentina vs Inggris
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Head to Head Inggris vs Argentina: Tiga Singa Hanya Dua Kali Kalah, Salah Satunya karena Gol Tangan
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Qualcomm Siapkan Snapdragon X2 Elite untuk Laptop Gaming, Performa Mendekati RTX 5060
Selasa / 14-07-2026, 22:54 WIB
Gelar RGS 2026, OJK Ingatkan Patuh Aturan Bukan Hambatan Usaha
Selasa / 14-07-2026, 22:54 WIB
Spanyol Berpotensi Rusak Rekor Nirkalah Argentina saat Lawan Prancis
Selasa / 14-07-2026, 22:54 WIB
Cerita di Balik Alasan Mengapa Messi Belum Pernah Lawan Inggris
Selasa / 14-07-2026, 22:49 WIB
Jalan Tendean Arah Blok M Kembali Dibuka Usai Pembersihan Puing JPO
Selasa / 14-07-2026, 22:49 WIB
Publishing Lead Palworld Minta Pemain Abaikan Drama Buatan di Media Sosial
Selasa / 14-07-2026, 22:49 WIB







