Musim panas 2026 dipenuhi dengan setidaknya 50 judul anime baru. Namun, tidak semuanya layak ditonton.

Dalam edisi This Week in Anime kali ini, Coop Bicknell dan Lucas DeRuyter menyoroti tayangan yang sudah mendapat kritik pedas dari penonton dan kritikus.

>>> ServiceNow Naik Peringkat ke Netral di Tengah Pemulihan Pasar Software

The World's Strongest Rearguard: Isekai yang Membosankan

Salah satu yang paling menonjol adalah The World's Strongest Rearguard, yang mendapat setengah bintang di panduan pratinjau.

Menurut Lucas, anime ini terasa sangat sinis dan dirancang hanya untuk mengeruk uang dari penggemar isekai. Tidak ada yang menarik secara visual maupun naratif.

Coop menambahkan bahwa tayangan ini hanya membosankan, bukan benar-benar buruk. Namun, ketiadaan elemen yang membuat penasaran membuatnya sulit untuk ditonton.

The Insipid Prince's Furtive Grab for The Throne: Tiruan Lelouch yang Gagal

Judul lain yang masuk daftar adalah The Insipid Prince's Furtive Grab for The Throne. Anime ini mencoba mengusung tema identitas rahasia, tetapi gagal membangun ketegangan.

Lucas mengkritik ending song-nya yang buruk, dengan gambar PNG yang hampir tidak bergerak. Secara visual, anime ini sedikit lebih baik dari Rearguard, tetapi tetap di bawah standar.

Coop menambahkan bahwa ceritanya tidak memiliki daya tarik di luar premis awal. Tanpa plot yang kuat, visual yang biasa-biasa saja menjadi semakin terasa.

The Frontier Lord Begins with Zero Subjects: Imperialisme yang Tidak Nyaman

The Frontier Lord Begins with Zero Subjects mengangkat tema kolonialisme yang membuat Lucas merasa tidak nyaman. Seorang remaja pribumi ingin menikahi penjajah kulit putih yang lebih tua.

Meskipun politisnya bermasalah, Coop mengakui bahwa produksi anime ini cukup kompeten. Studio42 menunjukkan bakat dalam beberapa adegan, meskipun ceritanya biasa saja.