Begadang sudah menjadi kebiasaan umum bagi banyak orang. Faktor pekerjaan, insomnia, atau menonton pertandingan bola sering membuat tidur larut malam.

Meski sesekali tidak menimbulkan masalah serius, kebiasaan begadang yang berulang dapat berdampak pada kesehatan. Kurang tidur memengaruhi hampir seluruh organ tubuh.

>>> Sindiran Kocak untuk Argentina usai Minta Jersey ke FIFA

Saat tidur, tubuh menjalani proses penting seperti memperbaiki sel, menyeimbangkan hormon, dan memperkuat sistem kekebalan. Jika waktu istirahat tidak terpenuhi, proses tersebut terganggu.

Efek Begadang terhadap Kesehatan

Berikut beberapa efek begadang terhadap kesehatan yang perlu diwaspadai.

1. Otak menjadi sulit fokus.

Begadang membuat otak bekerja kurang optimal, sehingga sulit berkonsentrasi, mengingat informasi, dan mengambil keputusan.

Begadang juga memperlambat respons tubuh, meningkatkan risiko kecelakaan. Pada kondisi tertentu, seseorang bisa mengalami microsleep, yaitu tertidur beberapa detik tanpa sadar.

2. Daya tahan tubuh menurun.

Saat tidur, tubuh memproduksi zat yang melawan virus dan bakteri. Kurang tidur melemahkan sistem imun, sehingga mudah terserang flu atau infeksi.

3. Berat badan lebih mudah naik.

Kurang tidur memengaruhi hormon lapar dan kenyang. Tubuh menghasilkan lebih banyak hormon pemicu lapar, sementara hormon kenyang menurun.

Akibatnya, Anda cenderung lebih sering lapar, terutama malam hari, sehingga risiko makan berlebihan meningkat. Berat badan pun lebih mudah naik.

4. Risiko diabetes meningkat.

Kurang tidur mengganggu kerja insulin, hormon yang mengontrol gula darah. Ini meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2.5.

Jantung bekerja lebih berat. Tidur cukup penting untuk menjaga tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah.

Begadang meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, serangan jantung, hingga stroke.