Kurang Tidur dan Stres Kronis Ganggu Ritme Hormon Kortisol
Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat mengganggu ritme alami hormon kortisol. Hormon ini berperan penting dalam mengatur respons tubuh terhadap stres, metabolisme, hingga siklus tidur dan bangun.
Dokter spesialis endokrin Maram Khalifa mengatakan kortisol bukanlah hormon yang harus dihindari. "Kortisol adalah sistem alarm alami tubuh.
>>> Bareskrim Tahan Tersangka FH dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia
Kadarnya secara normal mencapai puncak pada pagi hari untuk membantu kita bangun dan menurun pada malam hari agar tubuh dapat beristirahat," jelasnya.
Namun, kebiasaan sehari-hari seperti stres kronis dan kurang tidur dapat mengganggu pola alami tersebut.
Stres yang berlangsung terus-menerus membuat tubuh mempertahankan kadar kortisol pada tingkat yang lebih tinggi dalam waktu lama.
Kondisi ini mengganggu ritme harian kortisol, terutama dengan meningkatkan kadarnya pada malam hari. Akibatnya, tubuh lebih sulit memasuki fase relaksasi dan pemulihan yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan.
Dalam jangka panjang, gangguan ini dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, penyakit jantung, kecemasan, dan depresi.
Dokter Simran Malhotra menambahkan bahwa orang yang tidur lebih sedikit cenderung memiliki kadar kortisol lebih tinggi menjelang waktu tidur.
>>> Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3, Kuota 20 Ribu Peserta
Kebiasaan begadang karena bermain gawai, menonton tayangan berlebihan, atau menyelesaikan pekerjaan dapat memperburuk kondisi tersebut.
"Kualitas dan durasi tidur yang buruk dapat membuat kadar kortisol malam hari tetap tinggi," ujarnya.
Gangguan ritme kortisol juga memengaruhi sensitivitas insulin, toleransi glukosa, serta meningkatkan risiko penumpukan lemak di perut dan sindrom metabolik.
Para ahli menyarankan mengelola stres melalui meditasi, latihan pernapasan, yoga, atau terapi perilaku kognitif.
Aktivitas fisik teratur, jadwal tidur konsisten selama tujuh hingga sembilan jam per malam, serta rutinitas harian yang teratur dapat membantu menjaga keseimbangan hormon.
>>> Pelatih Skotlandia Bangga Meski Kalah Tipis dari Maroko
Suplemen penurun kortisol bukan solusi utama; kualitas tidur dan pengelolaan stres tetap menjadi langkah paling didukung bukti ilmiah.
Update Terbaru
Imigrasi Siapkan Pemasangan Autogate Baru di Sejumlah Titik pada 2026
Sabtu / 20-06-2026, 14:16 WIB
WHO: 75 Tenaga Kesehatan di Kongo Terinfeksi Ebola, 17 Meninggal
Sabtu / 20-06-2026, 14:16 WIB
Kemnaker Perkuat Sinergi Dunia Akademik dan Praktik Ketenagakerjaan
Sabtu / 20-06-2026, 14:15 WIB
Gong Hyo Jin Kembali ke Layar Kaca Lewat Drama A Bona Fide Killer
Sabtu / 20-06-2026, 14:15 WIB
Apa Isi Video Handuk Putih Anak vs Ibu yang Viral di TikTok? Fakta Sebenarnya dan Risiko Link Palsu
Sabtu / 20-06-2026, 14:12 WIB
Transformasi Bawa Krakatau Steel Masuk Fortune Southeast Asia 500
Sabtu / 20-06-2026, 14:12 WIB
Bluebird Raih Pendapatan Rp5,7 Triliun dan Perluas Armada Listrik
Sabtu / 20-06-2026, 14:12 WIB
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dua Kekalahan
Sabtu / 20-06-2026, 14:12 WIB
Harga Beras di Jepang Turun Pertama Kali Setelah Tiga Tahun
Sabtu / 20-06-2026, 14:12 WIB
Icuk Nugroho Sakit Apa? Benarkah Kanker? Berikut Kronologi Kematian Pemeran Preman Pensiun
Sabtu / 20-06-2026, 14:11 WIB
Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf di Madinah Jadi Magnet Wisata Religi Jemaah
Sabtu / 20-06-2026, 14:10 WIB
Inggris Resmi Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Sabtu / 20-06-2026, 14:10 WIB
Kinerja Keuangan GEMS Turun di Kuartal I-2026, Intip Prospeknya
Sabtu / 20-06-2026, 14:10 WIB
Seluruh Tiket Konser 3 Hari BTS di GBK Jakarta Sold Out
Sabtu / 20-06-2026, 14:08 WIB






