PT Bluebird Tbk mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun sepanjang tahun 2025.

Angka ini tumbuh 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia.

in1

>>> Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dua Kekalahan

EBITDA perusahaan mencapai Rp1,4 triliun atau naik 13 persen. Laba tahun berjalan meningkat 9 persen menjadi Rp643 miliar.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyetujui pembagian dividen tunai Rp166 per saham. Jumlah tersebut setara 65,3 persen dari total laba bersih.

Dividen akan dibayarkan pada 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat per 30 Juni 2026. Keputusan ini tetap mempertahankan ruang investasi untuk mendukung agenda bisnis berkelanjutan.

Ekspansi Armada Listrik

Bluebird memperluas jaringan kendaraan listrik untuk mendukung mobilitas rendah emisi. Ekspansi dilakukan di Medan dan Surabaya melalui layanan e-Bluebird serta pengembangan armada e-Goldenbird.

>>> Harga Beras di Jepang Turun Pertama Kali Setelah Tiga Tahun

Langkah ini menjadi bagian dari pilar lingkungan BlueSky. Perusahaan juga memperdalam strategi keberlanjutan lewat pilar sosial BlueLife dan tata kelola BlueCorps.

Pada aspek sosial, Program Beasiswa Bluebird Peduli telah disalurkan kepada 3.722 penerima manfaat sepanjang 2025. Selain itu, 50 pengemudi dan karyawan diberangkatkan untuk ibadah umrah.

Direktur Utama Bluebird, Adrianto Djokosoetono, menyatakan perusahaan akan terus memperkuat layanan inti dan mengembangkan segmen non-taksi.

Ia juga menekankan peningkatan kontribusi kanal digital serta keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, dan kualitas layanan.

>>> Icuk Nugroho Sakit Apa? Benarkah Kanker? Berikut Kronologi Kematian Pemeran Preman Pensiun

Pengembangan ekosistem mobilitas terintegrasi dilakukan lewat strategi multi-product, multi-channel, dan multi-payment, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan.