Yusril Akan Sampaikan Tuntutan BEM SI ke Presiden Prabowo
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra akan menyampaikan tuntutan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kepada Presiden Prabowo Subianto.
Yusril menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan memandang perbedaan pendapat sebagai bagian dari demokrasi.
>>> Kementerian ESDM Siapkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa pada 2026
"Saya juga memastikan kebebasan berpendapat tetap dijamin, sepanjang disampaikan secara bertanggung jawab dan berbasis kajian," ujar Yusril di Jakarta, Sabtu.
Lima Tuntutan Mahasiswa
Lima tuntutan mahasiswa yang akan disampaikan meliputi penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisasi di ranah sipil, serta desakan agar Presiden mengakui kesalahan pemerintah.
Dalam audiensi dengan BEM SI di Jakarta, Kamis (18/6), Yusril secara khusus meminta penjelasan terkait tuntutan terhadap program MBG.
Ia ingin memastikan apakah yang dimaksud mahasiswa adalah penghentian total program atau perbaikan tata kelola.
BEM SI menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah perbaikan tata kelola program MBG karena program tersebut telah dirasakan manfaatnya.
Yusril mengatakan program MBG dilaksanakan Presiden untuk meningkatkan gizi masyarakat dan mendorong perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
>>> PLN Percepat Pengadaan Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik
Pemerintah terbuka terhadap masukan terkait perbaikan tata kelola program tersebut.
"Saya berkeyakinan kalau yang diinginkan adalah perbaikan tata kelola program MBG, pasti akan dilakukan oleh pemerintah," katanya.
Yusril menegaskan seluruh masukan mahasiswa akan ditampung dan dilaporkan kepada Presiden.
Dia berpendapat dialog yang telah dilakukan penting untuk menjaga komunikasi antara pemerintah dan kelompok mahasiswa.
Mahasiswa yang hadir menyambut baik audiensi tersebut dan berharap aspirasi mereka dapat diteruskan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan.
>>> AS dan Qatar Kaji Cairkan Aset Iran Rp106,9 Triliun untuk Kemanusiaan
Audiensi dilakukan untuk mendengarkan dan mengklarifikasi lima tuntutan yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa pada Jumat (12/6).
Update Terbaru
POCO Indonesia Kembali Hadirkan Poco F8 Ultra Setelah Ludes Terjual
Sabtu / 20-06-2026, 16:10 WIB
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
Sabtu / 20-06-2026, 16:09 WIB
Kebun Raya Bogor Hadirkan Ruang Edukasi Budaya Sunda
Sabtu / 20-06-2026, 16:08 WIB
Menkomdigi Minta Platform Digital Utamakan Perlindungan Anak
Sabtu / 20-06-2026, 16:08 WIB
Yamaha Patenkan Desain Motor Sport Listrik Baru Mirip YZF R7
Sabtu / 20-06-2026, 16:08 WIB
Sana TWICE Alami Malafungsi Busana saat Hadiri Acara di Seoul
Sabtu / 20-06-2026, 16:08 WIB
Gaya Kocak Agak Laen dan NPD Meriahkan Red Carpet Allo Bank Festival 2026
Sabtu / 20-06-2026, 16:06 WIB
Anggota DPD: Percepat legalisasi kapal nelayan permudah BBM subsidi
Sabtu / 20-06-2026, 16:05 WIB
Hukum Menggabungkan Puasa Daud dan Puasa Asyura 10 Muharram
Sabtu / 20-06-2026, 16:05 WIB
Kementerian UMKM Siapkan Sertifikasi Halal Gratis untuk 500 Ribu Pelaku Usaha
Sabtu / 20-06-2026, 16:05 WIB
UNAND Kaji Perpaduan Kearifan Lokal dengan Pertanian Cerdas Iklim
Sabtu / 20-06-2026, 16:04 WIB
Ekuador dan Curacao Berburu Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026
Sabtu / 20-06-2026, 16:04 WIB
Jepang Berpeluang Amankan Tiket Babak Gugur Piala Dunia 2026 Saat Lawan Tunisia
Sabtu / 20-06-2026, 16:04 WIB
Kemenpar Perkuat Kampanye #DiIndonesiaAja Lewat Forum BBWI 3B
Sabtu / 20-06-2026, 16:00 WIB






