Puasa Asyura pada 10 Muharram merupakan amalan sunnah muakkad yang sangat dianjurkan. Namun, pelaksanaannya terkadang bertepatan dengan jadwal berbuka bagi mereka yang rutin menjalankan puasa Daud.

Puasa Daud dijalankan secara selang-seling, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka. Amalan ini termasuk ibadah yang paling dicintai Allah SWT.

in1

>>> Kementerian UMKM Siapkan Sertifikasi Halal Gratis untuk 500 Ribu Pelaku Usaha

Keutamaan puasa Daud disebutkan dalam hadits riwayat Muslim.

Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling disenangi Allah adalah puasa Nabi Daud, yang dilakukan dengan pola sehari berpuasa dan sehari berbuka.

Di samping puasa Daud, bulan Muharram juga memiliki keutamaan besar melalui puasa Asyura. Hadits riwayat Muslim menyebutkan bahwa puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.

Tradisi puasa Asyura sudah berlangsung sejak zaman jahiliah. Rasulullah SAW kemudian memerintahkan untuk berpuasa pada hari tersebut hingga diwajibkannya puasa Ramadan.

>>> UNAND Kaji Perpaduan Kearifan Lokal dengan Pertanian Cerdas Iklim

Hukum Menggabungkan Niat Puasa

Rutin menjalankan puasa Daud tidak menggugurkan kesunnahan puasa Asyura. Kedua ibadah sunnah ini dapat disatukan apabila 10 Muharram bertepatan dengan jadwal hari berpuasa dalam siklus Daud.

Imam Ar-Ramli, ulama ahli hadits dari mazhab Syafi'i, menjelaskan bahwa mengutamakan puasa yang dianjurkan pada hari tersebut lebih utama.

Hal ini tidak berarti keluar dari aturan siklus puasa Daud.

Para ulama menyatakan sah hukumnya menggabungkan niat puasa Daud dan puasa Asyura. Dasar argumennya adalah hadits tentang sedekah kepada kerabat yang mendapatkan dua keutamaan sekaligus.

>>> Ekuador dan Curacao Berburu Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026

Imam as-Sayyid al-Bakri dalam kitab I'anatuth Thalibin juga menegaskan kebolehan menyatukan dua niat puasa sunnah. Jika seseorang meniatkan keduanya, maka sah dan mendapatkan pahala dari kedua amalan tersebut.