Bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT. Keagungannya disebut dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36.

Puncak kemuliaan bulan ini jatuh pada tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Asyura. Momen ini menjadi tonggak sejarah besar ketika Allah SWT menyelamatkan para nabi.

in1

>>> Jargon Link and Match Dinilai Belum Atasi Skill Mismatch di Indonesia

Beberapa peristiwa besar meliputi penyelamatan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun dan berlabuhnya perahu Nabi Nuh AS setelah banjir besar.

Hari itu juga menjadi momen diterimanya taubat Nabi Adam AS.

Puasa Asyura dan Tasu'a

Ibadah yang paling dianjurkan pada Hari Asyura adalah puasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu.

Umat Islam juga disunahkan berpuasa Tasu'a pada 9 Muharram. Puasa ini berfungsi sebagai pembeda dari tradisi umat lain.

>>> BAIC Indonesia Siap Luncurkan Mobil Listrik BAIC T1 pada Juli 2026

Amalan Sosial dan Kelapangan Rezeki

Momen Asyura menjadi kesempatan untuk memperbanyak sedekah dan menyantuni anak yatim. Tradisi ini dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim di Indonesia.

Para suami dianjurkan memberikan nafkah lebih atau meluaskan belanja bagi keluarga. Amalan ini menjadi wasilah dilapangkannya rezeki sepanjang tahun.

Muhasabah dan Doa Pertobatan

Bulan Muharram sepatutnya dijadikan titik awal perbaikan diri. Hari Asyura menjadi waktu tepat untuk memohon ampunan dengan memperbanyak istighfar.

>>> Harga Dexlite 19 Juni 2026 Turun Signifikan di Seluruh Indonesia

Salah satu doa yang dianjurkan adalah doa Nabi Yunus AS: "Lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minadz-dzālimīn."