Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang sangat dimuliakan dalam Islam. Umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amalan saleh selama momentum ini.

Keagungan bulan ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36. Ayat tersebut menjelaskan bahwa di antara dua belas bulan, ada empat bulan yang dimuliakan.

in1

>>> 4 Hari Besar Nasional dan Global yang Diperingati Setiap 16 April

Puncak kemuliaan bulan Muharram jatuh pada tanggal 10 yang dikenal sebagai Hari Asyura.

Hari ini menyimpan sejarah besar, seperti penyelamatan Nabi Musa dari Firaun dan berlabuhnya perahu Nabi Nuh.

Anjuran Puasa Asyura dan Tasu'a

Puasa pada hari Asyura menjadi amalan utama. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, puasa ini diyakini dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

Umat Islam juga disunnahkan berpuasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram. Hal ini sebagai pembeda dari tradisi umat lain, sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan Muslim.

Rasulullah bersabda, "Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan."

>>> Saham Danantara Topang IHSG di Tengah Volatilitas Pasar

Momentum Amal Sosial dan Kasih Sayang Keluarga

Hari Asyura juga menjadi momen memperbanyak sedekah dan menyantuni anak yatim. Tradisi ini sering disebut sebagai Lebaran Anak Yatim di Indonesia.

Selain itu, umat Muslim dianjurkan memberikan nafkah lebih kepada keluarga. Amalan ini dipercaya menjadi wasilah dilapangkannya rezeki sepanjang tahun.

Rasulullah bersabda, "Barang siapa memberi nafkah lebih kepada keluarganya di hari Asyura, maka Allah akan memberinya keleluasaan rezeki selama setahun penuh."

Muhasabah dan Perbaikan Diri

Bulan Muharram dapat dijadikan titik awal untuk muhasabah atau perbaikan diri. Hari Asyura menjadi waktu tepat memohon ampunan melalui doa dan istighfar.

>>> BPJS Kesehatan Pastikan Iuran Peserta JKN Belum Mengalami Kenaikan

Doa Nabi Yunus dalam Surah Al-Anbiya ayat 87 sangat dianjurkan dipanjatkan pada momen ini. Doa tersebut berbunyi, "Lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minadz-dzālimīn."