Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Jawa Tengah bersama sejumlah tokoh agama mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momen introspeksi diri atau muhasabah.

Ajakan ini disampaikan dalam khutbah Jumat pada 19 Juni 2026.

in1

>>> Richard Lee Ajukan Tahanan Kota di Sidang Perdana Kasus Kosmetik Ilegal

Peringatan pergantian tahun ini dinilai sebagai ruang perenungan untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan menata arah langkah ke depan.

Sekretaris LD PCNU Kabupaten Kendal, Kiai Muhaimin, menekankan tiga hal penting di awal Muharram: bersyukur atas usia, introspeksi, dan mengenang hijrah Rasulullah.

"Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya, Kami mengembalikannya dalam penciptaan. Maka tidakkah mereka berpikir?"

ujar Kiai Muhaimin mengutip Surah Yasin ayat 68. Ia menambahkan bahwa manusia terus mengalami siklus perubahan, sehingga perlu upaya nyata menghadapi persoalan sesuai kemampuan.

Keistimewaan Bulan Muharram

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang, KH A Muzaini Aziz, menjelaskan bahwa Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci.

Allah melarang umat-Nya menodai kehormatan bulan-bulan tersebut dengan perbuatan zalim dan maksiat.

Ia mengutip Surah Al-Maidah ayat 2: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian melanggar syi'ar-syi'ar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram…" Umat Islam disarankan mengoptimalkan amal saleh karena pahalanya dilipatgandakan.

>>> Panduan Cek Bansos PKH 2026 via Aplikasi Cek Bansos dan Situs Kemensos

Puasa Asyura pada 10 Muharram memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu, sebagaimana hadis riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Disunahkan pula puasa pada 9 dan 11 Muharram.

Evaluasi Diri dan Perubahan Sosial

Dalam khutbah lain, pentingnya evaluasi diri ditegaskan sebagai inti ajaran Islam.

Naskah khutbah mengutip Surah Al-Hasyr ayat 18: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok."

Tahun baru Islam menjadi pengingat spiritual untuk menyusun niat dan memperbaiki kesalahan.

Surah Ar-Ra'd ayat 11 mengingatkan bahwa Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri.

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, HAR Sutan Adil Hendra, menyatakan bahwa semangat hijrah bukan sekadar berpindah tempat, melainkan perubahan sikap dan karakter.

>>> Menteri ESDM Buka Peluang Revisi Harga Batu Bara untuk PLN

Kejujuran, kerja keras, amanah, dan kepedulian sosial harus terus diperkuat.