Apple berpotensi menaikkan harga iPhone terbaru secara drastis pada akhir tahun ini. Kenaikan dipicu lonjakan biaya komponen memori dan penyimpanan.

Firma riset TechInsights memperkirakan Apple perlu mengerek harga iPhone 18 Pro sebesar 270 dollar AS atau sekitar Rp4,8 juta.

in1

>>> Jonathan David Cetak Hat-trick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0

Langkah ini demi menjaga margin keuntungan perusahaan tetap stabil.

Laporan The Wall Street Journal menyebut penyesuaian harga pada lini iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max kemungkinan mulai terlihat pada September mendatang.

CEO Apple Akui Kenaikan Harga Tidak Terhindarkan

CEO Apple Tim Cook mengonfirmasi bahwa situasi pasar memaksa perusahaan mengambil langkah penyesuaian harga. "Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari," kata Cook.

Cook menjelaskan bahwa Apple sudah berusaha meredam lonjakan biaya produksi. Namun, situasi dinilai sudah tidak berkelanjutan.

Kenaikan harga juga dipicu kebutuhan Apple meningkatkan kapasitas RAM pada perangkat generasi terbaru. Hal ini untuk mendukung pengoperasian fitur AI generatif.

>>> Bernadya Berhasil jadi Penyanyi Wanita Paling Ngetop! Inilah Daftar Lengkap Pemenang SCTV Music Awards 2026

"Pasokan semakin sedikit ketika konsumen tetap membutuhkan perangkat, sementara produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar kepada kami," lanjut Cook.

Cook mengakui tekanan akibat kelangkaan dan lonjakan harga chip memori sebagai salah satu periode paling menantang.

"Saya belum pernah melihat kondisi seperti ini di bidang apa pun selama lebih dari 40 tahun," ujarnya.

Selain Apple, sejumlah vendor teknologi seperti Samsung, Microsoft, Sony, Dell, HP, Nintendo, dan Valve juga menghadapi tekanan biaya serupa.

>>> Jokowi Minta PSI Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Dua Periode

Hal ini tercatat dalam laporan MacRumors.