Kilang minyak di Asia Timur mulai meningkatkan ekspor bahan bakar solar dan avtur pada Jumat (19/6/2026).

Langkah ini diambil untuk mendahului pasar sebelum jalur transportasi di Selat Hormuz kembali normal.

in1

>>> Yen Press Buka Pre-Order Manhwa Solo Leveling Ragnarok Volume Pertama

Sebelumnya, para pengolah menahan diri selama berbulan-bulan demi memprioritaskan pasar domestik. Kini, mereka mulai melepas persediaan.

Peningkatan ekspor distilat terpantau dari lonjakan penawaran spot oleh setidaknya dua pengolah, termasuk di Korea Selatan.

Tren kenaikan penjualan ini dilansir dari Bloombergtechnoz berdasarkan informasi dari sejumlah pedagang dalam sepekan terakhir.

Latar Belakang Konflik Iran

Eksportir utama seperti China, Jepang, dan Korea Selatan sebelumnya membatasi penjualan luar negeri demi keamanan energi sejak perang Iran pecah pada akhir Februari.

>>> 53 SPPG Batam Kembali Operasi Setelah Dana Dapur Cair

Kini, para pemasok berupaya mengosongkan persediaan sebelum gelombang kargo dari Teluk Persia kembali membanjiri pasar.

"Seiring meningkatnya kepercayaan seputar pembukaan kembali, kilang-kilang minyak semakin nyaman melepaskan persediaan dan meningkatkan ekspor," kata Sumit Ritolia, analis utama untuk pasokan dan pemodelan kilang di Kpler.

Ia menambahkan bahwa ekspektasi akan ketersediaan minyak mentah tambahan dan peningkatan aksesibilitas bahan baku dari Teluk Persia turut mendorong langkah ini.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah mengganggu 10 persen perdagangan solar global serta 20 persen avtur.

>>> Pramono Tegaskan Program Padat Karya Transparan, Tak Ada Ordal

Akibat peningkatan pasokan baru ini, harga solar di Asia dilaporkan mulai turun dan diperdagangkan dengan harga diskon.